PADANG– Kota Sawahlunto tampil dominan pada nomor beregu cabang olahraga bulutangkis Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026.
Tim putra dan putri Sawahlunto sama-sama berhasil merebut medali emas setelah menuntaskan pertandingan final di Hall Benteng Badminton Hall, Rabu (7/10/2026).
Pada final beregu putra, Sawahlunto berhasil mengatasi perlawanan Kabupaten Solok. Hasil tersebut mengantarkan Sawahlunto meraih medali emas, sedangkan Kabupaten Solok harus puas dengan medali perak.
Medali perunggu nomor beregu putra masing-masing diraih Kota Padang dan Kabupaten Pasaman.
Dominasi Sawahlunto berlanjut pada nomor beregu putri. Tim putri Sawahlunto kembali keluar sebagai juara dan berhak atas medali emas. Kabupaten Solok kembali menempati posisi kedua dengan medali perak.
Sementara itu, medali perunggu beregu putri diraih Kota Padang dan Kota Payakumbuh.
Pertandingan final tersebut turut disaksikan Wakil Sekretaris Dewan Pengawas PB Porprov Sumbar, Boy London, yang sekaligus ikut mengalungkan medali kepada para atlet.
Boy London menilai capaian tersebut menjadi gambaran bahwa potensi bulutangkis Sumatera Barat masih sangat besar.
Menurutnya, Sumbar selama ini pernah cukup disegani dalam cabang olahraga bulutangkis, bahkan telah melahirkan sejumlah atlet yang mampu bersaing di level nasional dan internasional.
“Bulutangkis Sumbar cukup disegani di Indonesia dan bahkan dunia. Sejumlah nama besar pebulutangkis nasional pernah lahir di Sumbar, di antaranya Ririn Amelia, Jeka Wiratama dan Putri Saikah,” kata Boy London.
Ia juga menyebut Muhammad Yusuf sebagai salah satu talenta terbaru Sumbar yang berhasil menembus level internasional. Yusuf menjadi bagian dari skuat bulutangkis nasional Indonesia yang mempersembahkan medali emas pada Asian Games 2026 di Jepang.
Boy mengapresiasi rencana Pengprov PBSI Sumbar akan menginisiasi kepulangan atlet tersebut ke Sumatera Barat untuk berbagi pengalaman dan ilmu kepada atlet-atlet muda. Menurutnya, momentum tersebut penting untuk mempercepat proses regenerasi pebulutangkis Sumbar.
“Sekarang ada nama Muhammad Yusuf yang merupakan bagian dari skuat bulutangkis nasional yang mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di Asian Games 2026 di Jepang beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Ia berharap kehadiran atlet berprestasi seperti Yusuf dapat memberikan motivasi sekaligus menularkan pengalaman kepada generasi muda yang kini tengah menunjukkan gairah besar terhadap bulutangkis.
²
Boy juga berharap ajang Porprov tidak sekadar menjadi arena perebutan medali, tetapi mampu menjadi salah satu pintu lahirnya pebulutangkis baru Sumatera Barat.
“Lewat event Porprov ini, mudah-mudahan lahir pebulutangkis-pebulutangkis hebat lainnya yang tidak hanya disegani di Indonesia, tetapi juga dunia,” katanya.
Menurut Boy, perkembangan bulutangkis Sumbar saat ini menunjukkan tren positif. Karena itu, kompetisi berjenjang seperti Porprov dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan atlet.
“Perkembangan bulutangkis Sumbar saat ini cukup bagus. Semoga Porprov bisa membuat bulutangkis makin berkembang,” ujar Boy.
*Diikuti 16 Daerah, Perebutkan Tujuh Medali*
Wakil Sekretaris PBSI Sumbar, James Melly, didampingi Ketua Bidang Humas PBSI Sumbar, Khairul, menjelaskan bahwa persaingan bulutangkis pada Porprov XVI Sumbar 2026 diikuti 16 kabupaten dan kota.
Para atlet bersaing memperebutkan total tujuh medali dari tujuh nomor pertandingan.
Nomor yang dipertandingkan terdiri dari tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, beregu putra, beregu putri, serta ganda campuran.
Dengan tuntasnya nomor beregu putra dan putri, persaingan bulutangkis Porprov XVI Sumbar kini memasuki tahapan nomor lainnya untuk menentukan para juara dari masing-masing kategori.
Hasil yang ditorehkan Sawahlunto sekaligus mempertegas kekuatan daerah tersebut dalam persaingan bulutangkis Porprov XVI Sumbar, setelah mampu membawa pulang dua emas dari nomor beregu. (*/drd)






