SOLOK — Kabut asap yang menyelimuti Kota Solok mulai menjadi perhatian dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Kondisi tersebut sempat mengganggu aktivitas atlet pada sejumlah cabang olahraga yang digelar di luar ruangan.
Sekretaris Umum (Sekum) KONI Sumbar Anandya Dipo Pratama menyampaikan hal itu saat meninjau pelaksanaan pertandingan cabang olahraga angkat besi di GOR Kubung 13, Kota Solok, Rabu (7/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Anandya didampingi Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra dan Wakil I PB Porprov Sumbar, AKBP Alvira.
Anandya mengatakan, secara umum pelaksanaan Porprov XVI Sumbar di Kota Solok masih berjalan lancar. Namun, kondisi kualitas udara yang mengalami peningkatan dalam dua hari terakhir perlu menjadi perhatian, terutama bagi atlet yang bertanding di venue terbuka.
“Secara umum pertandingan berjalan lancar. Namun, kabut asap ini jelas ada di Kota Solok dan mulai mengganggu aktivitas atlet di beberapa cabang olahraga outdoor,” ujar Anandya.
Ia menyebutkan, kondisi tersebut sempat berdampak terhadap pelaksanaan nomor para layang dan gantole. Tim juri mempertimbangkan kondisi cuaca dan kualitas udara sebelum memberikan izin kepada atlet untuk kembali melanjutkan aktivitas pertandingan.
“Kalau kondisi memungkinkan, pertandingan tetap dilaksanakan. Keselamatan dan kesehatan atlet tentu menjadi pertimbangan utama,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra mengatakan, dalam dua hari terakhir terjadi peningkatan indeks kualitas udara di Kota Solok. Jika sebelumnya indeks masih berada di bawah angka 150, pada Rabu pagi angkanya telah mencapai sekitar 165.
Menurutnya, kondisi tersebut masuk kategori tidak sehat sehingga perlu diantisipasi, khususnya oleh atlet yang melakukan aktivitas di luar ruangan.
“Untuk seluruh atlet, khususnya lima cabang olahraga yang ada di Kota Solok, indeks pencemaran udara kita sudah di atas 150. Artinya ini sudah tidak sehat,” ujar Ramadhani.
Ia mengimbau seluruh atlet untuk menggunakan masker ketika berada di luar ruangan sebagai langkah perlindungan terhadap dampak kabut asap.
“Ketika berada di luar ruangan, gunakan masker agar kesehatan tetap terjaga dan atlet tetap fit sampai seluruh rangkaian pertandingan selesai,” katanya.
Ramadhani menambahkan, aktivitas pertandingan di venue outdoor akan terus memperhatikan perkembangan kondisi udara. Jika kondisi memungkinkan, pertandingan dapat dilanjutkan dengan tetap mengutamakan aspek kesehatan dan keselamatan atlet.
Hingga Rabu, pelaksanaan sejumlah cabang olahraga di Kota Solok, termasuk angkat besi, karate, taekwondo, dan hapkido, masih berlangsung. Sementara untuk cabang olahraga yang membutuhkan kondisi udara dan cuaca tertentu, keputusan pertandingan tetap berada pada kewenangan tim juri dengan mempertimbangkan situasi di lapangan. (*/drd)







