Peristiwa

Koneksi Pipa DN 250 Masih Berlangsung, Perumda AM Padang Imbau Pelanggan Bersabar

3
×

Koneksi Pipa DN 250 Masih Berlangsung, Perumda AM Padang Imbau Pelanggan Bersabar

Sebarkan artikel ini
Perumda Air Minum Kota Padang masih melanjutkan pekerjaan koneksi pipa DN 250 di Jembatan Kampung Tanjung, Kamis (13/8/2026).Ist

PADANG — Perumda Air Minum Kota Padang masih melanjutkan pekerjaan koneksi pipa DN 250 di Jembatan Kampung Tanjung, Kamis (13/8/2026). Pekerjaan tersebut berdampak pada distribusi air di sejumlah wilayah pelayanan.

Kasubag Humas dan Protokoler Perumda Air Minum Kota Padang Adhie Zein mengatakan petugas masih bekerja di lapangan. Tim berupaya menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan secepat mungkin.

“Pekerjaan koneksi pipa DN 250 di Jembatan Kampung Tanjung hingga saat ini masih berlangsung. Petugas terus bekerja di lapangan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan sebaik dan secepat mungkin,” ujar Adhie.

Pekerjaan koneksi pipa tersebut menjadi bagian dari optimalisasi jaringan perpipaan. Perumda AM Padang menjalankan pekerjaan untuk meningkatkan kelancaran distribusi serta menjaga kualitas pelayanan air kepada pelanggan.

Baca Juga:  Satu Rumah Satu Sarjana Program Prioritas Paslon Urut 3 Erman - Heldo

Selama pekerjaan berlangsung, pelanggan di sekitar lokasi berpotensi mengalami penurunan tekanan air. Gangguan distribusi sementara juga dapat terjadi.

Wilayah yang terdampak meliputi Belimbing, Bukit Belimbing Indah, Karya Rei, Mulya Asri, Sang Surya, Wahana 1, Mega Mulya, Rambutan, Jeruk, dan Mangga.

Sementara itu, beberapa wilayah mengalami kondisi air mati total. Wilayah tersebut meliputi Delima, Anggur, Salak, Pepaya, dan Apel.

Adhie mengimbau pelanggan terdampak memahami kondisi tersebut selama pekerjaan berlangsung. Pelanggan juga diminta bersabar hingga petugas menyelesaikan pekerjaan dan memulihkan distribusi air.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Terima kasih atas kesabaran, pengertian, dan dukungan pelanggan selama pekerjaan berlangsung,” katanya. (Bdr)

Baca Juga:  Sudah 61 Kali Letusan, Waspadai Erupsi Susulan Gunung Marapi