Peristiwa

Rakor di Payakumbuh, Mahyeldi Targetkan Penguatan Infrastruktur Pascabencana

67
×

Rakor di Payakumbuh, Mahyeldi Targetkan Penguatan Infrastruktur Pascabencana

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat rapat koordinasi bersama Pemerintah Kota Payakumbuh di Ruang Pertemuan Josrizal Zain, Kantor Wali Kota Payakumbuh, Rabu (25/2).Ist

PADANG – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan penguatan sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten kota untuk menghadapi tantangan kebencanaan serta mendorong percepatan ekonomi daerah. Penegasan itu disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Kota Payakumbuh di Ruang Pertemuan Josrizal Zain, Kantor Wali Kota Payakumbuh, Rabu (25/2).

Rapat membahas penanggulangan bencana, sinkronisasi program pembangunan, serta strategi penguatan ekonomi. Kegiatan menjadi bagian koordinasi maraton Pemprov Sumbar dengan seluruh daerah. Agenda di Payakumbuh berlangsung di sela Safari Ramadan 1447 Hijriah.

Mahyeldi meminta kolaborasi antarpemerintah berjalan kuat. Ia menilai tantangan ekonomi menuntut kerja bersama yang solid.

“Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat saat ini berada di angka 3,37 persen. Ini menuntut kita semua untuk bekerja lebih erat dan saling mendukung,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi menilai Payakumbuh bersama Kabupaten Limapuluh Kota sebagai kawasan pertumbuhan baru. Aktivitas ekonomi hingga malam hari menunjukkan geliat ekonomi lokal.

“Payakumbuh ini luar biasa. Malam hari tetap hidup. Banyak orang dari luar daerah datang, baik untuk kuliner maupun mengunjungi anak yang tengah belajar di pesantren sekitar,” katanya.

Baca Juga:  BPBD Sumbar Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi

Ia menyebut keberadaan pesantren memberi dampak signifikan terhadap pergerakan ekonomi serta kunjungan masyarakat.

Mahyeldi menyinggung rencana pengembalian Dana Transfer ke Daerah yang sebelumnya mengalami pemotongan. Dana tersebut akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Insyaallah TKD akan dikembalikan. Ini momentum bagi kita untuk lebih fokus ke infrastruktur, apalagi setelah pascabencana dan masuk tahapan rehabilitasi serta rekonstruksi,” ungkap Mahyeldi Ansharullah.

Mahyeldi meminta dana pembangunan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat lokal. Ia menekankan tenaga kerja dan material harus melibatkan potensi daerah.

“Jangan sampai uangnya masuk ke Sumbar, tapi yang bekerja orang luar dan barangnya dibeli dari luar, dan masyarakat lokal hanya menjadi penonton. Ini harus kita persiapkan untuk 2026 sampai 2028,” tegasnya.

Ia memaparkan strategi hilirisasi agroindustri. Payakumbuh dinilai strategis dengan keberadaan rumah potong hewan modern dan industri rendang.

“Hilirisasi ini sesuai arahan Presiden dan sudah kita masukkan dalam RPJPD Sumatera Barat. Dampak ekonominya akan sangat besar jika dijalankan secara serius,” katanya.

Baca Juga:  Perbaikan Ruas Jalan Kampuang Tanjung - Pertigaan Kuranji Tebar Laka Lantas

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyampaikan posisi strategis daerah sebagai penghubung Sumbar dan Riau. Ia menyebut Payakumbuh relatif aman dari bencana besar meski memiliki potensi banjir karena dilalui tiga sungai.

“Payakumbuh ini satu-satunya kota di Sumatera Barat yang dilalui sungai. Sungai memberi manfaat, termasuk objek wisata kuliner, tapi juga berpotensi banjir,” jelas Zulmaeta.

Ia menambahkan suhu sejuk mendukung aktivitas kuliner selama 24 jam. Kondisi ini menjadi daya tarik ekonomi daerah.

“Kuliner di Payakumbuh bisa hidup 24 jam. Tengah malam pun orang masih datang untuk makan,” ujar Zulmaeta.

Zulmaeta menyebut Payakumbuh memiliki sentra pemotongan hewan dan Sentral Rendang. Ia menilai peluang ekspor terbuka lebar jika standar kualitas hewan diperkuat.

“Kalau kualitas hewannya bisa disertifikasi, ini peluang besar untuk ekspor rendang ke luar negeri,” katanya.

Pemko Payakumbuh juga meningkatkan pendapatan asli daerah melalui penataan pajak kendaraan, perparkiran, serta pengembangan kawasan industri dan pergudangan. Rapat koordinasi ini diharapkan memperkuat sinergi pembangunan yang terarah, tangguh terhadap bencana, serta berkelanjutan.(Bdr)