Budaya

Koreografer Ery Mefri Meninggal Dunia, Jejak Nan Jombang Melanglang Buana ke Mancanegara

91
×

Koreografer Ery Mefri Meninggal Dunia, Jejak Nan Jombang Melanglang Buana ke Mancanegara

Sebarkan artikel ini
Koreografer Alm. Ery Mefri. Ist

PADANG – Dunia seni tari Indonesia, Sumbar khusunya sedang berduka. Koreografer ternama Ery Mefri meninggal dunia pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kabar duka itu disampaikan Budayawan sekaligus Wartawan Senior Khairul Jasmi. Ia mengenang Ery Mefri sebagai sosok pekerja keras yang mendedikasikan hidupnya untuk dunia tari.

“Sahabat saya itu pergi pada Rabu sekitar pukul 13.00. Beberapa waktu terakhir almarhum bolak-balik ke rumah sakit,” ujar Khairul Jasmi.

Khairul Jasmi mengaku telah mengenal Ery Mefri sejak sekitar tahun 1987 di Kota Padang. Sejak itu, ia mengikuti perjalanan karier Ery hingga mendirikan kelompok tari Nan Jombang yang kemudian dikenal luas di tingkat nasional dan internasional.

“Saya mengenalnya sejak lama. Sejak 1987 di Padang. Saya mengikuti perjalanan kariernya hingga Nan Jombang melanglang buana ke mancanegara,” ujar Khairul Jasmi.

Baca Juga:  Wagub Sumbar Sebut Sertifikasi Tanah Ulayat tak Hilangan Hak Adat

Menurutnya, Ery Mefri dikenal sebagai pribadi yang terbuka dan teguh dalam berkarya. Ia tidak ragu meminta dukungan demi keberlangsungan sanggar yang dirintisnya.

“Ang tolong sanggar wak ko yo, sering dia sampaikan. Dia blak-blakan dan keras hati dalam berkarya,” ujar Khairul Jasmi.

Dalam suka dan duka, lanjutnya, Ery selalu berbagi cerita. Istri dan anak-anaknya juga menjalin komunikasi yang erat dalam perjuangan membangun sanggar.

“Susah senang dia lapor pada saya. Istri dan anak-anaknya juga begitu. Dalam keadaan seperti itulah Ery membangun Nan Jombang dan ladang tarinya,” ujar Khairul Jasmi.

Khairul Jasmi menilai dedikasi Ery Mefri terlihat dari berdirinya sanggar Nan Jombang yang memiliki fasilitas lengkap. Bangunan itu bahkan dilengkapi teater dan menjadi satu-satunya sanggar pribadi dengan fasilitas serupa di Sumatera Barat.

Baca Juga:  Wakil Bupati Hadir, 9 Gelar Ninik Mamak Tambang Salido Dilewakan

“Bangunan sanggarnya bagus. Ada teaternya dan luas. Itu satu-satunya milik pribadi yang seperti itu di Sumbar,” ujar Khairul Jasmi.

Ia menegaskan, Ery Mefri merupakan sosok seniman totalitas. Karya-karyanya dinilai bermutu dan diakui luas, termasuk yang terdokumentasi dalam biografi yang ditulis Hendra Makmur.

“Ia totalitas. Karyanya bermutu, sebagaimana dapat dibaca di biografinya yang ditulis Hendra Makmur,” ujar Khairul Jasmi.

Di akhir pernyataannya, Khairul Jasmi menyampaikan doa dan penghormatan terakhir untuk sahabatnya tersebut.

“Selamat jalan kawan, doa menyertaimu,” ujar Khairul Jasmi. (Bdr)