Budaya

Terancam Punah, Vasko Ruseimy Dorong Pelestarian Rumah Gadang di Sumbar

187
×

Terancam Punah, Vasko Ruseimy Dorong Pelestarian Rumah Gadang di Sumbar

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy

PADANG – Kondisi sejumlah Rumah Gadang di Sumatera Barat kian memprihatinkan. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyiapkan langkah penyelamatan bangunan adat tersebut.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menyebut banyak Rumah Gadang berada dalam kondisi rusak berat. Beberapa bangunan bahkan hampir ambruk.

“Banyak banget Rumah Gadang yang sudah ambruk hampir hancur,” ujar Vasko Ruseimy dalam rapat bersama jajaran Dinas Kebudayaan Sumatera Barat beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan Rumah Gadang bukan sekadar bangunan fisik. Rumah adat itu menjadi simbol sejarah dan kebesaran adat Minangkabau dengan nilai historis kuat.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyiapkan langkah konkret melalui alokasi anggaran pemugaran.

“Nah ini gimana caranya nanti kita alokasikan, siapkan anggaran buat kita pilih berapa Rumah Gadang nanti untuk dipugar,” kata Vasko Ruseimy.

Baca Juga:  Pemprov Sumbar Menangkan 3 Kategori Masjid Percontohan Tingkat Nasional 2024

Ia meminta dilakukan seleksi terhadap Rumah Gadang prioritas untuk diperbaiki dan dirawat kembali.

Vasko Ruseimy juga meminta dukungan Tim Anggaran Pemerintah Daerah agar menyisihkan dana khusus pelestarian bangunan bersejarah.

“Minta tolong nanti yah dimasukin yah, kita sisihkan berapa anggaran nanti minta sama TAPD, yang sejarah-sejarah itu penting tuh,” ucap Vasko Ruseimy.

Ia menyoroti Rumah Gadang milik kaum di tingkat nagari yang menyimpan kisah panjang sejarah. Setiap bangunan memiliki cerita pembangunan serta dinamika masa lampau.

Ia menegaskan renovasi tidak berhenti pada perbaikan fisik semata.

“Renovasi itu jangan hanya sekedar kita renov, tapi kita buat historical-nya, ada story telling-nya di situ,” ujar Vasko Ruseimy.

Baca Juga:  BMPN Pauh IX Helat Halal Bihalal, Upaya Merajut Silaturahmi dan Kebersamaan

Ia menginginkan setiap Rumah Gadang yang dipugar dilengkapi narasi sejarah untuk memperkuat nilai edukasi generasi muda. Ia mencontohkan kisah Ninik Mamak, proses pembangunan, hingga kemungkinan peristiwa sejarah seperti pernah dibakar Belanda perlu didokumentasikan.

Vasko Ruseimy meminta Dinas Kebudayaan Sumatera Barat segera menyiapkan pemetaan dan plotting prioritas.

“Disiapin yah pak diploting, mengerti yah maksudnya. Pokoknya saya ingin melestarikan Rumah Gadang di Sumbar ini jangan sampai hilanglah,” tegas Vasko Ruseimy.

Rumah Gadang dalam adat Minangkabau berperan sebagai pusat kehidupan kaum. Bangunan itu menjadi tempat musyawarah, pengambilan keputusan adat, serta simbol eksistensi kaum di nagari. Keberadaannya mencerminkan struktur sosial Minangkabau yang berbasis matrilineal. (Bdr)