PADANG – Wali Kota Padang Fadly Amran menandatangani adendum Berita Acara Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten Kota Kreatif Indonesia sebagai langkah awal menuju Kota Gastronomi dunia.
Penandatanganan dilakukan di Gedung Film Pesona Indonesia, Senin (9/2/2026), bersama Direktur Fasilitasi Infrastruktur Kementerian Ekraf Fahmy Akmal.
Fadly Amran menyampaikan adendum Berita Acara tersebut didasari penilaian mendalam terhadap potensi ekonomi kreatif Kota Padang. Pemerintah Kota Padang menetapkan subsektor kuliner sebagai unggulan menggantikan seni pertunjukan.
Ia menyebut keputusan tersebut diambil melalui kajian bersama pemangku kepentingan.
“Kita sudah melakukan kajian mendalam bersama seluruh stakeholder. Hasilnya Kota Padang beralih ke subsektor kuliner untuk memperkuat posisi sebagai kota gastronomi dunia dan masuk jejaring UNESCO Creative Cities Network,” ujar Fadly Amran.
Fadly Amran menambahkan Kota Padang membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network serta memperoleh pengakuan dunia sebagai kota gastronomi.
Ia memastikan seluruh tahapan telah disusun secara terukur.
“Kita sudah menghitung timeline sekitar dua tahun. Yang terpenting Kota Padang sudah berada di jalur yang tepat dan seluruh tahapan kita jalani secara maksimal,” ujar Fadly Amran.
Tim Pengembangan Kabupaten Kota Kreatif KaTa Kreatif Yuliana Rini menyatakan dukungan terhadap perubahan subsektor unggulan yang diajukan Pemerintah Kota Padang.
Ia menilai kuliner merupakan identitas utama Kota Padang.
“Sejatinya kekuatan Kota Padang berada pada subsektor kuliner. Pada pendataan awal lebih menonjol seni pertunjukan. Dengan pola penilaian saat ini pilihan subsektor kuliner sudah sangat tepat,” ujar Yuliana Rini.
Yuliana Rini menambahkan Kota Padang menjadi daerah kedua setelah Yogyakarta yang mengajukan adendum perubahan subsektor lokomotif ekonomi kreatif.
Ia mencatat Yogyakarta sebelumnya mengubah subsektor unggulan dari aplikasi dan gim menjadi seni rupa pada 2024. (Bdr)







