PADANG – Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan apresiasi atas penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar kepada 21 siswa SMP Negeri 3 Padang. Bantuan tersebut disalurkan oleh Anggota DPD RI, Irman Gusman sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan akses pendidikan di Kota Padang.
Apresiasi itu disampaikan Maigus Nasir saat mendampingi penyerahan bantuan beasiswa pendidikan secara simbolis di SMP Negeri 3 Padang Rabu (7/1/2026). Pemerintah Kota Padang menilai bantuan tersebut mendukung upaya pemerataan pendidikan bagi peserta didik dari keluarga berpenghasilan rendah.
Maigus Nasir menyatakan Program Indonesia Pintar sejalan dengan Program Unggulan Padang Juara yang dijalankan Pemerintah Kota Padang. Program tersebut menyasar murid dari keluarga berpenghasilan rendah melalui Kartu Padang Juara berupa bantuan seragam sekolah, Lembar Kerja Siswa gratis, serta fasilitasi beasiswa kuliah ke luar negeri bagi lulusan SMA dan SMK yang memenuhi kriteria.
“Program Indonesia Pintar membantu memastikan seluruh peserta didik memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkeadilan,” ujar Maigus Nasir.
Irman Gusman menjelaskan Program Indonesia Pintar merupakan hasil sinergi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Sosial, serta Kementerian Agama. Program tersebut menyasar peserta didik dari keluarga kurang mampu agar tetap bersekolah.
Pada tahun ajaran 2025–2026, Program Indonesia Pintar di Sumatera Barat menjangkau 2.008 siswa jenjang SD, SMP, dan SMK yang tersebar di 13 kabupaten dan kota dengan total anggaran Rp1,2 miliar.
“Untuk SMP Negeri 3 Padang, sebanyak 21 siswa menerima bantuan dengan total dana Rp15.750.000 atau Rp750.000 per siswa setiap tahun,” ungkap Irman Gusman.
Irman Gusman menegaskan bantuan pendidikan menjadi prioritas penting di tengah proses pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda Sumatera Barat pada akhir November lalu.
“Bencana tidak boleh meruntuhkan harapan dan mimpi anak-anak untuk tetap belajar dan menatap masa depan,” tegas Irman Gusman.
Ia menilai Program Indonesia Pintar bukan sekadar bantuan keuangan, melainkan wujud kehadiran negara dalam menjamin hak dasar warga negara di bidang pendidikan.
“Pendidikan menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah kemajuan daerah dan harus terus diperjuangkan,” pungkas Irman Gusman.







