Ekonomi

Sumbar Jadi Provinsi Pertama Gelar Pelatihan Koperasi Desa Merah Putih

327
×

Sumbar Jadi Provinsi Pertama Gelar Pelatihan Koperasi Desa Merah Putih

Sebarkan artikel ini
penandatanganan MoU antara Dinas Koperasi dan UKM Sumbar dengan Bank Nagari, BRI, dan Bank Mandiri mengenai pemanfaatan jaringan perbankan bagi pengembangan usaha koperasi .

PADANG — Sebanyak 40 Project Manager Officer (PMO), 125 Business Assistant (BA), dan 320 Relawan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi sumber daya manusia di Padang, Jumat hingga Selasa (17–21/10). Kegiatan ini digelar Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat.

Wakil Menteri Koperasi dan UKM, Farida Farichah, menegaskan pelatihan tersebut bertujuan membangun kemandirian desa dan kelurahan. “Gerakan ini bukan hanya program ekonomi atau program pemerintah, tapi gerakan kebangsaan yang menghidupkan semangat gotong royong,” tegasnya.

Ia menyebut kebangkitan ekonomi nasional berawal dari desa dan kelurahan sebagai pusat kehidupan masyarakat akar rumput.

Farida mengapresiasi langkah Pemprov Sumbar yang menjadi provinsi pertama menggelar pelatihan peningkatan kompetensi SDM PMO, BA, dan relawan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih. “Kegiatan ini bukti komitmen pemerintah memperkuat koperasi melalui peningkatan SDM sebagai pondasi awal,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya pendampingan menyeluruh bagi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, tidak hanya dalam aspek teknis, namun juga dalam membangun kepedulian dan semangat kolaboratif.

Baca Juga:  Waktunya Beli Emas, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp1,754 Juta/gram

“Pendamping hadir di tengah koperasi untuk mendengarkan keluh kesah pengurus, membangkitkan semangat, serta menuntun langkah menuju perubahan,” tegasnya.

Menurutnya, pendamping adalah sosok pilihan yang harus setia membersamai pengurus koperasi dalam setiap proses pengembangan. “Jangan meninggalkan pengurus menyelesaikan urusannya sendiri,” ujarnya.

Ia menilai penguatan kapasitas SDM menjadi kunci keberhasilan koperasi di era digital. “Setelah pelatihan ini, kemampuan pendampingan, kepedulian, dan interaksi peserta harus meningkat,” tegasnya.

Pendampingan yang dilakukan harus mampu mengangkat potensi lokal, membangun kemitraan, dan berani berinovasi. “Pelatihan di Sumbar ini dapat menjadi awal perubahan nyata dalam pengembangan koperasi desa berkeadilan dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumbar, Endrizal, menyampaikan Sumbar menjadi provinsi keempat tercepat dalam pembentukan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih. “Kami juga tercepat melaksanakan pelatihan PMO, BA, dan relawan ini,” ungkapnya.

Ia menilai pendirian koperasi ini sejalan dengan RPJMD Sumbar untuk mewujudkan masyarakat madani dan berkeadilan. Program ini mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yakni kebangkitan ekonomi dari desa. “Kami memiliki program Nagari Creative Hub untuk mendorong pengembangan koperasi lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga:  Kemenhub Sediakan 11 Bus Gratis Untuk Perantau Minang Pulang Basamo

Dinas Koperasi dan UKM Sumbar juga mengingatkan pentingnya dukungan anggaran agar koperasi ini tumbuh lebih maju. “Kami akan melatih kembali 500 koperasi potensial melalui dana dekonsentrasi kabupaten dan kota. Pemerintah daerah juga menyiapkan dana untuk mendukung koperasi ini,” ungkapnya.

Endrizal optimistis target pertumbuhan ekonomi delapan persen dapat tercapai melalui gerakan ekonomi di desa.

Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan MoU antara Dinas Koperasi dan UKM Sumbar dengan Bank Nagari, BRI, dan Bank Mandiri mengenai pemanfaatan jaringan perbankan bagi pengembangan usaha koperasi.

Pelatihan turut dihadiri Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM dan Talenta Kementerian Koperasi dan UKM, Siti Aedah, serta Asisten Deputi Pemasaran Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi, Fiter Beresman Silaen.

Forkopimda Sumbar, 16 kepala OPD lingkup Pemprov Sumbar, Kanwil Kemenag Sumbar, Kepala UPT PLUT KUMKM Sumbar, Nico Primadona, serta jajaran Dinas Koperasi dan UKM Sumbar juga hadir mendukung kegiatan tersebut. (Bdr)