Sumatera Barat

Peringati HUT ke-80, DPRD dan Pemprov Sumbar Tekankan Kolaborasi Pembangunan

216
×

Peringati HUT ke-80, DPRD dan Pemprov Sumbar Tekankan Kolaborasi Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Gubernur dan DPRD Sumbar ajak masyarakat tingkatkan semangat kolektif membangun daerah madani dan sejahtera.

PADANG – DPRD Sumatera Barat menggelar Rapat Paripurna Istimewa memperingati Hari Jadi Sumatera Barat ke-80 di Gedung DPRD Sumbar, Rabu (1/10/2025). Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Sumbar Muhidi dan dihadiri Gubernur Mahyeldi, Wakil Gubernur, anggota DPR RI, DPD RI, Forkopimda, kepala daerah, pimpinan perguruan tinggi, tokoh masyarakat, hingga Bundo Kanduang.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi terhadap kemajuan daerah. Ia menegaskan peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat tekad bersama membangun Sumbar agar lebih maju dan sejahtera.

“Momentum ini pengingat bagi kita semua untuk terus bekerja keras membangun Sumbar agar semakin maju, nyaman, dan sejahtera,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi mengajak masyarakat menjaga persatuan, menumbuhkan kecintaan terhadap kampung halaman, serta memperkuat persaudaraan demi mewujudkan Sumatera Barat madani. Ia menegaskan visi-misi serta program unggulan yang tertuang dalam RPJMD 2025–2029 harus terealisasi secara optimal.

“Mari bersama jadikan momentum HUT ke-80 ini sebagai pemacu untuk memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Mahyeldi menyebut sejumlah capaian penting di bidang pembangunan manusia dan ekonomi. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumbar meningkat dari 71,6 menjadi 76,43 pada 2024. Capaian itu menempatkan Sumbar di peringkat enam nasional, di atas rata-rata IPM nasional sebesar 75,02.

“Capaian ini mengukuhkan Sumbar sebagai provinsi dengan pembangunan manusia berkategori tinggi, sejajar bahkan melampaui daerah dengan APBD lebih besar seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah,” jelasnya.

Baca Juga:  Perilaku Sikat Gigi Masyarakat Sumbar Capai 95,3 Persen

Dari sisi ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat dari Rp241,89 triliun pada 2020 menjadi Rp332,94 triliun pada 2024. PDRB per kapita juga naik dari Rp54,33 juta menjadi Rp57,05 juta.

“Peningkatan ini tanda bahwa ekonomi daerah sedang tumbuh dan menghasilkan nilai tambah yang lebih besar,” sebut Mahyeldi.

Ia juga menyoroti penurunan tingkat pengangguran terbuka dari 6,88 persen pada 2020 menjadi 5,75 persen pada 2024, serta penurunan jumlah penduduk miskin dari 345,73 ribu jiwa menjadi 315,43 ribu jiwa. Rasio Gini sebesar 0,283 disebut sebagai salah satu yang terendah di Indonesia.

“Pertumbuhan ekonomi kita memang belum rekor, tetapi menunjukkan stabilitas. Stabilitas ini penting bagi perencanaan keuangan dan investasi daerah,” tukasnya.

Mahyeldi menegaskan Pemprov Sumbar bersama Wakil Gubernur Vasko Ruseimy akan terus melanjutkan pembangunan berlandaskan delapan agenda utama, mulai dari pemerataan pendidikan dan kesehatan, penguatan nagari sebagai basis kemajuan, peningkatan pariwisata, hingga optimalisasi pendapatan daerah.

Seluruh capaian tersebut disebut hasil kerja kolektif seluruh pihak. “Kami mengajak semua elemen, dari ranah hingga rantau, bersama membangun Sumatera Barat Madani yang maju dan berkeadilan,” tutup Mahyeldi.

Ketua DPRD Sumbar Muhidi turut menyampaikan harapan serupa. Ia mengajak masyarakat menjadikan HUT ke-80 sebagai ajang refleksi atas capaian pembangunan dan arah ke depan.

Baca Juga:  Bayar Pajak Tanpa Turun Kendaraan, Samsat Drive Thru Sijunjung Diresmikan

“Sebagai anak nagari, peringatan ini bukan hanya seremoni, tetapi momentum evaluasi terhadap komitmen kita terhadap tanah kelahiran,” ungkap Muhidi.

Ia menyebut Sumbar telah menunjukkan kemajuan signifikan dengan IPM 76,43, angka kemiskinan 5,35 persen, dan gini ratio 0,282. Namun, ia mengingatkan masih ada persoalan seperti ketimpangan antarwilayah dan keterbatasan fiskal.

“Tantangan ke depan semakin berat. Kita harus membangun Sumbar yang lebih maju dan modern tanpa kehilangan jati diri sebagai urang Minang,” ujarnya.

Muhidi juga menyoroti pengaruh konflik global dan perkembangan teknologi terhadap kelestarian budaya lokal. Ia menegaskan perlunya solidaritas dan semangat kolektif sesuai tema HUT ke-80, “Bersama Membangun Sumatera Barat Sejahtera dan Maju.”

Selain itu, ia mendorong dukungan terhadap program nasional seperti Makan Bergizi Gratis, percepatan penurunan stunting, transformasi pendidikan, pengentasan kemiskinan ekstrem, dan ketahanan pangan.

“Sinergi antara program nasional dan kearifan lokal akan mempercepat pembangunan Sumatera Barat yang inklusif dan berkelanjutan. Semangat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sipil harus terus diperkuat,” tegasnya.

Muhidi menutup sambutannya dengan ajakan memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan daerah. “Sumatera Barat mesti terus berkembang maju dan mewujudkan masyarakat sejahtera dengan tetap melestarikan budaya dan jati diri berdasarkan filosofi ABS-SBK,” katanya. (adv)