Nasional

ICDMM 2025 di Unand, Wagub Sumbar Minta BNPB Lebih Sering Turun Daerah

704
×

ICDMM 2025 di Unand, Wagub Sumbar Minta BNPB Lebih Sering Turun Daerah

Sebarkan artikel ini
Wagub Sumbar, Vasko Ruseimy pada International Conference on Disaster Mitigation and Management (ICDMM) 2025 di Unand, Senin (29/9/2025).Ist

PADANG – Universitas Andalas menggelar 3rd International Conference on Disaster Mitigation and Management (ICDMM) 2025 di Kota Padang, Senin (29/9/2025). Konferensi internasional ini dibuka Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy.

Acara tersebut menghadirkan Kepala BNPB Suharyanto bersama jajaran, Sekretaris Utama BNPB Rustian, Wamen PU Diana Kusumastuti, Wamen Dikti Saintek Fauzan, dan Dubes Australia untuk Indonesia Roderick Brazier. Sivitas akademika serta mahasiswa Universitas Andalas turut meramaikan forum.

Dalam sambutannya, Vasko menekankan pentingnya forum internasional ini bagi Sumbar yang masuk wilayah rawan bencana. Ia menegaskan daerah pesisir seperti Padang Pariaman rentan terhadap ancaman megathrust.

“Konferensi ini diharapkan memberi dampak besar bagi Indonesia, khususnya Sumbar. Kami ingin BNPB lebih sering turun ke daerah, tidak hanya saat bencana terjadi,” kata Vasko Ruseimy.

Baca Juga:  Hadiri Penas Tani 2023, Baru Lima Gubernur Tiba di Sumatera Barat

Vasko menyampaikan kebanggaan atas terselenggaranya forum akademik internasional yang mempertemukan peneliti dunia. Ia berharap lahir rekomendasi kebijakan berbasis riset internasional yang bermanfaat untuk Indonesia.

“Kami berkomitmen mendukung penuh kegiatan kebencanaan. Kami juga ingin masukan para peneliti terkait pembangunan fisik maupun non-fisik agar Sumbar lebih tangguh bencana,” ujar Vasko Ruseimy.

Ia juga mengajak para peserta, termasuk Dubes Australia, melihat langsung keindahan alam dan budaya Sumbar. Menurutnya, aset alam dan budaya itu perlu dijaga sekaligus dilindungi dari risiko bencana.

Rekam jejak bencana di Sumbar menjadi alasan pentingnya forum ini. Gempa besar 2009 menelan korban lebih dari 1.100 jiwa, merusak lebih dari 135 ribu bangunan, serta menimbulkan kerugian hingga Rp22 triliun.

Baca Juga:  Pemprov Sumbar Usulkan Buya Syafii Maarif, Inyiak Canduang dan Khatib Sulaiman jadi Pahlawan Nasional

Data sejarah ini menunjukkan perlunya mitigasi berkelanjutan berbasis riset dan kolaborasi global. Melalui ICDMM, diharapkan terbentuk jaringan internasional riset kebencanaan sekaligus lahir rekomendasi kebijakan yang dapat memperkuat kapasitas mitigasi.

Vasko menambahkan, Pemprov Sumbar menargetkan daerah ini menjadi contoh provinsi tangguh bencana di Indonesia. (Bdr)