Sumatera Barat

Vasko Ruseimy Dorong Penguatan Sarana Hadapi Bencana Maritim

264
×

Vasko Ruseimy Dorong Penguatan Sarana Hadapi Bencana Maritim

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy saat menghadiri Latihan Gabungan Kesiapsiagaan Kecelakaan Kapal di Dermaga Bungus, Kota Padang, Selasa (26/8/2025).Ist

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan komitmen meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana maritim. Pernyataan itu disampaikan Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy saat menghadiri Latihan Gabungan Kesiapsiagaan Kecelakaan Kapal di Dermaga Bungus, Kota Padang, Selasa (26/8/2025).

Vasko menyebut Sumbar patut bersyukur dipercaya sebagai tuan rumah latihan gabungan tingkat Sumatera. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah koordinasi lintas instansi sekaligus memperkuat perlindungan bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, Sumbar dipilih menjadi tuan rumah latihan gabungan ini. Kesiapsiagaan tentu akan semakin meningkat, dan ini berdampak langsung pada keselamatan masyarakat,” ujar Vasko.

Ia menekankan kesiapsiagaan tidak hanya soal latihan, tetapi juga ketersediaan sarana dan prasarana. Pemprov Sumbar mendorong penambahan alutsista, termasuk helikopter, untuk mendukung Basarnas dan stakeholder dalam operasi pencarian serta pertolongan.

Baca Juga:  TMMD 2026 Dimulai, Mahyeldi Dorong Sinergi Bangun Nagari

“Kami sudah sampaikan ke Basarnas, kalau bisa ada helikopter untuk ditempatkan di Sumbar. Dengan begitu, respon bencana bisa lebih cepat, baik di darat, laut, maupun udara,” kata Vasko.

Vasko optimistis dengan dukungan Basarnas, TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, dan instansi lainnya, Sumbar semakin siap menghadapi ancaman bencana. Ia mengajak masyarakat berdoa agar Sumbar selalu terlindungi dan terus maju.

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isrodin Muchlisin menyebut efisiensi anggaran tidak menjadi hambatan dalam operasi SAR. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan penanganan.

“Efisiensi pasti ada dampaknya, tapi kita bisa meminimalisir dengan memberdayakan seluruh potensi dari luar Basarnas, seperti TNI, Polri, insan perhubungan, dan instansi lain. Mereka masih punya keterkaitan untuk kepentingan operasi SAR. Untuk urusan kemanusiaan, operasi SAR di Indonesia tidak ada pengaruh signifikan meski ada efisiensi,” jelas Noer Isrodin.

Baca Juga:  Yayasan Abulyatama Indonesia yang Santuni 1.000 Anak Yatim Penghapal Qur'an di Sumbar

Ia menambahkan Sumbar memiliki potensi kerawanan bencana cukup besar, mulai dari letusan gunung berapi, tanah longsor, hingga kecelakaan laut. Karena itu latihan gabungan ini penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi.

Basarnas telah menempatkan dua kapal besar di Mentawai dan Padang serta melengkapi armada dengan rigid inflatable boat (RIB). Dukungan dari Polair, TNI AL, dan Kemenhub juga memperkuat proteksi terhadap potensi kecelakaan laut.

Melalui latihan gabungan ini, Sumbar meneguhkan komitmen memperkuat kesiapsiagaan maritim sekaligus meningkatkan koordinasi lintas sektor demi melindungi masyarakat dari berbagai ancaman perairan. (Bdr)