Sumatera Barat

Kasus Bunuh Diri dan Perilaku Menyimpang Tinggi, Sumbar Bakal Buat Perda

255
×

Kasus Bunuh Diri dan Perilaku Menyimpang Tinggi, Sumbar Bakal Buat Perda

Sebarkan artikel ini
FOTO: Gubernur Mahyeldi membuka rapat lintas OPD di lingkup Pemprov Sumbar, di Istana Gubernuran, Jumat (27/11/2023).Humas

PADANG – Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, menilai perlua ada Peraturan Daerah (Perda) tentang Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual (P4S) sangat diperlukan.

Keinginan itu seiring maraknya praktek penyimpangan yang dipertontonkan di media sosial oleh generasi muda. Bahkan beberapa kasus di antaranya diduga berujung pada praktek bunuh diri.

“Generasi muda adalah penerus pembangunan dan kepemimpinan bagi bangsa ini. Oleh karena itu, saya berharap harus ada peraturan untuk mencegah dan menangani masalah penyimpangan seksual di lingkungan mereka,” kata Gubernur Mahyeldi saat membuka rapat lintas OPD di lingkup Pemprov Sumbar, di Istana Gubernuran, Jumat (27/11/2023).

Gubernur tak menampik, semakin banyak praktik penyimpangan seksual yang diperlihatkan dengan terbuka oleh generasi muda melalui medsos, terutama sekali penyimpangan yang menjurus pada praktik seks bebas serta praktik Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Oleh karenanya, Gubernur berharap setiap OPD turut berperan mensosialisasikan bahaya praktik penyimpangan tersebut.

BACA JUGA  Asap Makin Pekat, Kualitas Udara di Kota Padang Dekati Ambang Batas

“Masa remaja selayaknya diisi dengan kegiatan-kegiatan yang positif, yang berbasis pada penguatan ilmu serta iman, serta dibarengi pemberian nutrisi yang cukup bagi pertumbuhan remaja kita. Sehingga, mereka tumbuh sebagai generasi muda yang beriman, berakhlak, sehat, dan cerdas,” ucapnya lagi.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyinggung perihal medsos yang dihebohkan oleh penemuan seorang gadis, yang diduga gantung diri di sebuah penginapan di Kota Padang. Gubernur menegaskan, kejadian tersebut harus mendapat perhatian dari seluruh pihak, mengingat semakin hari semakin marak kasus dugaan bunuh diri yang terjadi di Sumbar.

“Selain depresi, gangguan jiwa lainnya seperti bipolar dan skizofrenia juga dapat menjadi penyebab terjadinya kasus bunuh diri. Sedihnya lagi, ini diduga hanya karena putus cinta, anak remaja bisa bunuh diri. Ini harus jadi alarm pengingat bagi kita. Ini masalah serius yang harus disikapi dengan sangat serius oleh kita semua,” ucap Gubernur lagi.

BACA JUGA  Saluran Irigasi Rusak, Masyarakat Nagari Labuah Gunuang Kadukan ke Ketua DPRD Sumbar

Comment