Ekonomi

Komit di Pangsa Pasar Pembiayaan Properti, BTN buka Cabang Syariah di Sumbar

602
×

Komit di Pangsa Pasar Pembiayaan Properti, BTN buka Cabang Syariah di Sumbar

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi saat meresmikan Kantor BTN Syariah Padang di jalan Belakang Olo, Kecamatan Padang Barat, Padang, Selasa (28/12).ist

PADANG – Bank Tambungan Negara (BTN) berupaya mempertahankan market sharenya dalam pembiayaan sektor properti di Sumbar. Dengan itu BTN menghadirkan cabang Syariah di Sumbar guna memperkuat perekonomian syariah.

“Kita selama ini punya pangsa pasar sendiri. Kita dipercaya dalam pembiayaan properti, terutama KPR,”sebut Direktur BTN Hirwandi Gafar saat meresmikan Kantor BTN Syariah Padang di jalan Belakang Olo, Kecamatan Padang Barat, Padang, Selasa (28/12).

Dikatakannya, BTN akan tetap berada dijalur pembiayaan properti. Dengan KPR perumahan beserta ekosistemnya. Apalagi peluang itu sangat besar bagi BTN menghadirkan sistem pembiayaan syariah di Sumbar.

Meski begitu dengan hadirnya BTN Syariah, menurutnya pasar BTN makin besar. BTN Syariah bisa menyediakan produk-produk lainnya. Seperti tabungan haji, tabungan qurban dan tabungan lainnya.

“Kita melihat, Sumbar sedang bergerak menjadi provinsi yang mengutamakan transaksi keuangan syariah. Kita mendukung ini, kita memperkuat dengan sarana pembiayaan dengan sistem keuangan syariah,”ujarnya.

Diakuinya, hadirnya BTN Syariah tidak akan berebut pasar dengan Bank Syariah Indonesia (BSI). Begitu juga nantinya dengan rencana Pemprov Sumbar mengkonversi Bank Nagari menjadi bank umum syariah.

Baca Juga:  Puluhan Pemilik Homestay jalin Kerjasama dengan City Link

“Pasar itu sangat besar disini,”tambah pria yang menamatkan SMA nya di Kota Padang tersebut.

Pertimbangannya, Sumbar adalah salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonominya yang positif. Pada 2020, meski dihantam badai pandemi covid-19, Sumbar mencatat pertumbuhan ekonomi 5,7 persen. Sebuah angka yang optimis dikala pandemi melanda.

Selain itu, permintaan pasar atas rumah di Sumbar tercatat juga masih tinggi. Baik rumah subsidi, non subsidi maupun klaster.

Dengan peresmian BTN Syariah Cabang Padang adalah cabang ke 3 yang diresmikan berturut-turut oleh BTN. Pertama di Jambi, Bengkulu kemudian Sumbar. Peresmian itu juga menjadikan sudah 29 cabang BTN Syariah di Indonesia.

BTN mendirikan BTN Syariah sejak 2005. Lima tahun berjalan, perbankan berbasis syariah ini menunjukan tren positif dari sektor respon pasar.

Gubernur Mahyeldi berharap kehadiran BTN Syariah di daerah itu bisa memperkuat implementasi ekonomi syariah yang sesuai dengan jati diri masyarakat Sumbar yang menganut falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

“Kita sejak awal sudah konsen untuk mengembangkan ekonomi syariah ini. Sekarang kita perkuat lagi. Dengan hadirnya BTN Syariah diharapkan bisa mendukung implementasinya lebih cepat,” katanya saat

Baca Juga:  Agar Mandiri, Penyandang Disabilitas Kota Padang Dilatih Membuat Kue

Dikatakannya, di tingkat nasional, Presiden juga memiliki keinginan besar untuk mengembangkan ekonomi syariah bahkan berharap Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia.

Keinginan itu didukung oleh fakta bahwa ekonomi syariah tidak hanya diminati oleh umat islam tetapi juga oleh masyarakat umum termasuk negara-negara Eropa.

Dalam konteks itu Sumbar ingin ikut berkontribusi terhadap keinginan Kepala Negara itu. Peran itulah yang diharapkan bisa diambil oleh BTN Syariah dan perbankan syariah lain yang juga mulai berkembang.

“Kita juga tengah mengusahakan Bank Nagari bisa secepatnya dikonversi menjadi Bank Umum Syariah,” katanya.

Kepala Cabang BTN Syariah Toni Ardiansyah mengatakan hadirnya BTN Syariah diharapkan dapat melengkapi layanan Bank BTN yang sebelumnya telah ada di Sumbar.

“Ini juga bukti komitmen bank BTN mendukung ekonomi syariah di Sumbar,” katanya.

Hadir dalam peresmian tersebut, Kepala Perwakilan BI Sumbar, Forkopimda, kepala OJK Sumbar, Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Direksi BTN, dan pimpinan perbankan di Padang.