Pendidikan

Wagub Sumbar: Jangan Pernah Ragukan Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa

162
×

Wagub Sumbar: Jangan Pernah Ragukan Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa

Sebarkan artikel ini

LIMAPULUH KOTA — Terjadinya penurunan pengamalan Pancasila bisa memunculkan ideologi-ideologi lain yang bertentangan dengan ideologi Pancasila termasuk munculnya komunisme di Indonesia. Maka itu fungsi Pancasila dijadikan landasan dalam kehidupan, berbangsa dan bernegara.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit saat memberikan pembekalan kepada peserta kegiatan Penguatan Pembauran Kebangsaaan dari beberapa Etnis atau Paguyuban, se-Kabupaten Limapuluh Kota sejumlah 80 orang di Hotel Shago Bungsu, Tanjuangpati, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (13/2/2020).

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyampaikan, pada era reformasi di Indonesia, memunculkan keprihatinan tersendiri terhadap makna Pancasila sebagai ideologi Bangsa.

“Seakan-akan Pancasila sudah terpinggirkan dan nyaris tenggelam dari memori kolektif bangsa, bahkan jarang dibahas dalam ketatanegaraan dan kebangsaan. Padahal beberapa tokoh dunia sangat mengagumi Pancasila,” ucap Nasrul Abit.

BACA JUGA  Gubernur Sumbar Tutup MTQ ke-38, Tujuannya Membumikan Al Quran

Selanjutnya Wagub Sumbar Nasrul Abit berpesan pada Forum Pembauran Kebangsaaan (FPK) se-Limapuluh Kota untuk terus meningkatkan nilai-nilai kebangsaan. Sebab saat ini nilai-nilai kebangsaan mulai tertinggal.

“Yang harus kita dorong adalah gimana persatuan hadir di tempat ini. Kadang-kadang kita terlalu sering bicara beragam, tapi lupa persatuannya, padahal ini yang buat kita unik,” katanya.

Melalui Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Nasrul Abit berharap masyarakat Sumbar menjaga persatuan bangsa. Dia pun meminta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumbar Nazwir mendukung forum ini, agar makin besar guna menjaga persatuan.

Lebih lanjut, Nasrul Abit mengatakan, perkembangan zaman yang kian modern mendorong peningkatan potensi ancaman kontemporer bagi bangsa Indonesia. Ancaman ini mengakibatkan adanya berbagai pemikiran dan pengaruh luar yang subversif dan disintegratif.

BACA JUGA  Butuh Data yang Jernih agar Bantuan Pasca Bencana Tepat Sasaran

“Kami ingin memberikan pemahaman terhadap generasi muda tentang nilai-nilai kebangsaan, Cinta Tanah Air sebagai wujud bela diri sesuatu yang tumbuh begitu saja, tetapi harus disetujui sejak dini dan dilakukan secara berkelanjutan,” ungkap Wagub Sumbar.

Comment