Nasional

Generasi Dituntut Bijak Bermedsos, Karena Bagai Pisau Bermata Dua

143
×

Generasi Dituntut Bijak Bermedsos, Karena Bagai Pisau Bermata Dua

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN--Kadis Kominfo Sumbar Yeflin Luandri berikan kata sambutan.
PAPARKAN-Anggota Komisi I DPR RI Darizal Basir paparkan materinya sebagai naasumber.

PADANG-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI mengajak generasi muda untuk memperteguh semangat persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia saat sekarang. Antara lain, diminta dengan bijak dalam menggunakan media sosial digital di era sekarang.

Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo  Selamatta Sembiring mengimbau, generasi muda agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial dan jangan mudah menyebarkan pesan yang belum jelas kebenaran dan asal usulnya.

“Kita jangan Baper (terbawa perasaan-red), jangan mudah emosi, anda harus Kepo sebelum share informasi, ingat jarimu macan tutulmu posting yang penting, bukan yang penting posting,”  ungkap Selamatta Sembiring dalam Forum Diskusi Publik merawat kebhinekaan dengan bijak berMedsos yang digagas Kementerian Kominfo bekerjasama dengan Komisi I DPR RI, Padang, Jumat sore (11/10/2019).

BACA JUGA  Hindari Pencaplokan, Menteri ATR/BPN Dorong 352 Ribu Hektar Tanah Ulayat Sumbar Didaftarkan

Dikatakan Selamatta, di era digital saat ini, internet bagai pisau bermata dua, di satu sisi bisa mempererat rasa persatuan.Namun di sisi lain, internet bisa pula memecah belah kita sebagai satu bangsa, terutama bagi generasi muda jika tidak bijak dalam penggunaannya.

“Hoaks, radikalisme, penipuan, pornografi, bullying, prostitusi, pelanggaran HKI, Sara dan ujaran kebencian adalah ancaman bagi generasi muda melalui internet. Ini menjadi tantangan kita di media sosial,” ujar Selamatta.

Oleh karena itu, mengajak semua generasi mudah untuk memperteguh persatuan dan kesatuan. Menurutnya, kemerdekaan Negara Republik Indonesia (NKRI) diperoleh tidak mudah, namun melalui perjuangan yang heroik para pahlawan pejuang kemerdekaan.

“NKRI tidak lah turun dari langit, bukan pula tumbuh begitu saja dari bumi. Negeri ini merdeka penuh perjuangan yang heroik, dengan mengorbankan harta, benda, bahkan nyawa, dan darah,” ujar Selamatta.

BACA JUGA  Ini 9 Titik Penempatan Petugas Pembatasan Selektif masuk Sumbar

Comment