Sumatera Barat

Webinar Internasional BP2DIM Serukan Revitalisasi Tungku Tigo Sajarangan

4
×

Webinar Internasional BP2DIM Serukan Revitalisasi Tungku Tigo Sajarangan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Webinar Internasional BP2DIM (Badan Persiapan Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau) ke-IV mendorong revitalisasi Tungku Tigo Sajarangan sebagai langkah memperkuat identitas dan kehidupan sosial masyarakat Minangkabau.

Webinar tersebut diikuti tokoh masyarakat Minangkabau dari berbagai daerah. Sejumlah diaspora Minang dari Australia, Belanda, Italia, serta negara lainnya turut mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran peserta dari berbagai negara menunjukkan kuatnya perhatian masyarakat Minangkabau terhadap masa depan adat, budaya, dan jati diri Minangkabau.

Forum mengangkat kembali peran Tungku Tigo Sajarangan yang terdiri atas Niniak Mamak, Alim Ulama, dan Cadiak Pandai. Tiga unsur tersebut dinilai memiliki peran penting dalam membimbing, menjaga, serta mengarahkan kehidupan masyarakat Minangkabau.

Peserta webinar menilai perkembangan zaman dan arus globalisasi memberi tantangan besar bagi generasi muda Minangkabau. Nilai adat dan budaya dinilai tidak cukup hanya menjadi bahan pembicaraan. Nilai tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan keluarga, nagari, pendidikan, sosial kemasyarakatan, hingga tata kelola pemerintahan.

Baca Juga:  Macet, Dinas BMCKTR Sumbar Mulai Perbaiki Jalan Padang Luar - Simpang Malalak

Revitalisasi Tungku Tigo Sajarangan juga dinilai penting untuk memperkuat hubungan adat, agama, ilmu pengetahuan, dan kehidupan sosial. Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) diharapkan tetap menjadi pedoman masyarakat Minangkabau dalam menghadapi perubahan zaman.

Kehadiran diaspora Minangkabau dari berbagai negara turut memperkuat pesan tersebut. Urang Minang di rantau dan ranah dinilai memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga identitas serta nilai-nilai luhur Minangkabau.

Forum juga mendorong generasi muda Minangkabau agar tidak kehilangan akar budaya. Generasi muda diharapkan mampu mengikuti perkembangan global, menguasai ilmu pengetahuan, serta tetap berpegang pada adat, agama, dan nilai luhur Minangkabau.

“Tungku Tigo Sajarangan jangan hanya menjadi simbol sejarah dan budaya. Ia harus kembali dihidupkan sebagai kekuatan sosial dan moral masyarakat Minangkabau,” ujar Ketua Panitia Webinar Internasional BP2DIM ke-IV, Anton Pratama.

Baca Juga:  Datangi Kementan RI, Gubernur Sumbar Laporkan Perkembangan Proses Pendataan Lahan Terdampak Bencana

Dalam sesi diskusi, sejumlah pembicara dan peserta menyampaikan dorongan agar revitalisasi Tungku Tigo Sajarangan segera diwujudkan. Mereka juga mengaitkan penguatan adat dan budaya dengan perjuangan pembentukan Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau (DIM).

Anton mengatakan, gagasan tersebut membutuhkan kesadaran bersama dari Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang, generasi muda, perantau, diaspora, serta seluruh masyarakat Minangkabau.

Melalui webinar tersebut, BP2DIM berharap revitalisasi Tungku Tigo Sajarangan dapat menjadi gerakan bersama. Nilai-nilai Minangkabau diharapkan tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi menjadi fondasi membangun masa depan yang beradat, beragama, berilmu, bermartabat, serta mampu menghadapi tantangan global. (Bdr)