SARILAMAK – Badan Persiapan Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau (BP2DIM) menggelar audiensi dengan Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, di Kantor Wakil Bupati, Sarilamak, Jumat (17/7/2026). Pertemuan tersebut membahas berbagai gagasan strategis untuk memperkuat implementasi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) sekaligus mendorong terwujudnya Daerah Istimewa Minangkabau.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. BP2DIM memaparkan visi perjuangan pembentukan Daerah Istimewa Minangkabau yang berlandaskan falsafah ABS-SBK sebagai identitas dan karakter masyarakat Minangkabau. Wakil Bupati menyambut baik berbagai gagasan tersebut dan menyatakan dukungan terhadap upaya yang ditempuh melalui jalur konstitusional.
Salah satu agenda penting yang dibahas ialah rencana penyelenggaraan Musyawarah Tungku Tigo Sajarangan. Forum tersebut akan melibatkan unsur Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang, Parik Paga Nagari, organisasi kemasyarakatan, serta lembaga adat sebagai wadah memperkuat persatuan dan merumuskan langkah pelestarian adat Minangkabau.
Dalam pertemuan itu juga dibahas peluang kerja sama antara Kabupaten Lima Puluh Kota dengan Negeri Sembilan, Malaysia. Kedua daerah dinilai memiliki hubungan sejarah, budaya, dan kekerabatan yang erat sehingga berpotensi memperkuat kerja sama di bidang budaya, pendidikan, ekonomi, dan pariwisata.
Selain itu, BP2DIM mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota agar menerbitkan Peraturan Bupati tentang pelaksanaan ABS-SBK sebagai implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat. Regulasi tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pemerintahan, pendidikan, kehidupan sosial, serta pelestarian adat.
Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, menegaskan bahwa pembangunan masyarakat harus dilakukan secara bertahap, terencana, dan berkesinambungan agar setiap kebijakan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Perbaikan kehidupan masyarakat harus dilakukan secara bertahap, terencana, dan berkesinambungan sehingga setiap kebijakan mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Ahlul.
Audiensi tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal BP2DIM Anton Pratama, Ketua I Bidang ABS-SBK Zulkifli Dt. Rajo Mangkuto, Ketua Bidang Dakwah Buya Nur Ikhwan, serta Bendahara BP2DIM Kabupaten Lima Puluh Kota Afrianis.
Melalui audiensi ini, BP2DIM dan Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota berharap dapat memperkuat sinergi dalam menjaga marwah adat, mengimplementasikan nilai-nilai ABS-SBK, serta mendorong terwujudnya Daerah Istimewa Minangkabau demi kemajuan Ranah Minang. (Bdr)







