Peristiwa

Disorot Publik, Proyek Preservasi Ruas Kiliran Jao – Batas Riau Memprihatinkan

169
×

Disorot Publik, Proyek Preservasi Ruas Kiliran Jao – Batas Riau Memprihatinkan

Sebarkan artikel ini

PADANG – Proyek Preservasi (Pencegahan Perawatan dan Pemeliharaan – red) tahun anggaran 2025, di ruas jalan Kiliran Jao – Batas Riau dinilai cukup memprihatinkan. Sehingga, kondisi jalan berstatus nasional itu menjadi sorotan publik.

Buruknya kondisi struktur jalan memaksa sejumlah kendaraan melaju dengan pelan guna menghindari kecelakaan lalu lintas.

Berdasarkan investigasi di lapangan kerusakan jalan ditemukan tepatnya di ruas jorong Parik Rantang, Kanagarian Sungai Tambang, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung.

Bahkan kerusakan serupa juga terlihat di depan SPBU Sungai Tambang, yang baru saja diaspal. Akibat buruknya mutu pondasi kelas A, serta lemahnya fungsi pengawasan pada badan jalan nasional di ruas PPK 2.2 tersebut.

Bukan hanya itu, kerusakan jalan juga terlihat tepatnya di depan kantor BRI Sungai Tambang, lubang – lubang telah ditimbun dengan Pasir Batu (SIRTU) oleh penyedia jasa konstruksi tanpa melakukan pengaspalan pada badan jalan.

Baca Juga:  Musrenbang SBH, Usulkan Pembangunan Infrastruktur Sampai Sumber Daya Manusia

Selain itu ruas jalan tersebut juga dikeluhkan pengendara soal banyak debu jika dilewati di tengah teriknya matahari. Sebaliknya, kondisi jalan becek saat diguyur hujan. Bahkan, dipenuhi lubang – lubang menganga dipenuhi air ketika diguyur hujan.

Salah seorang masyarakat pengguna jalan sekaligus warga setempat Ujang 58 tahun saat dikonfirmasi mengatakan, buruknya mutu Lapis Pondasi (LP) Kelas A pada ruas jalan.

Membuat masyarakat pengguna jalan menjadi tak nyaman jika melintasi ruas tersebut, kata dia, lubang – lubang yang ada pada badan jalan seharusnya ditimbun dan dipadatkan terlebih dahulu menggunakan batu pecah (SPLIT – Red) 2/3 dan1/2 lalu agregat tersebut ditimpal dengan Prime Coat, setelah itu baru ditimpal lagi dengan aspal AC WC, katanya kesal.

Baca Juga:  Progam Z-AUTO Baznas Kota Bukittinggi Resmi Diluncurkan

Menurut Ujang, agregat yang dihampar sangat berfungsi sebagai stabilitas pada struktur jalan guna memikul beban arus lalu lintas “Jika hal tersebut tak dilaksanakan sudah selayaknya masyarakat bertanya ada apa dengan proyek ini,” bebernya.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Sumbar Elsa Putra Friandi saat dikonfirmasi melalui jaringan seluler maupun pesan WhatsApp selama 2 hari berturut – turut enggan berkomentar panjang lebar terkait proyek tersebut, hingga berita ini diturunkan Kamis (29/1/2026). “Terimakasih atas informasinya, konfirmasikan saja sama PPK,” ujarnya singkat.(shb)