Sumatera Barat

Ratusan Jamaah Haji Dharmasraya Menunggu Proses Kepulangan ke Tanah Air

372
×

Ratusan Jamaah Haji Dharmasraya Menunggu Proses Kepulangan ke Tanah Air

Sebarkan artikel ini

PADANG – Rombongan jamaah haji Kabupaten Dharmasraya sebanyak 182 jamaah tengah menjalani progres umrah wajib di tanah suci pada musim haji tahun 1446 H/2025 M.

Namun, seorang jamaah haji Dharmasraya atas nama Dayan Abu Bakar (80) meninggal dunia dikebumikan di tanah haram tersebut.

“Dalam waktu dekat jamaah haji Dharmasraya yang tergabung dalam kloter 11 dan 15 tinggal menunggu proses kepulangan ke tanah air. Di mana saat ini jamaah tersebut tengah menjalani umrah wajib,” ucap Kepala Kemenag Dharmasraya Masdan SAg MH, Senin (9/6/2025).

Dikatakan Masdan, sebanyak 176 jamaah tergabung kelompok dalam kelompok terbang (Kloter) 11 diterbangkan ke tanah suci dan 6 jamaah tergabung dalam kloter 15. Bahkan keberangkatan jamaah haji diantarkan hingga ke tangga pesawat di bandara oleh Wakil Bupati Dharmasraya, Leli Arni, 21 Mei 2025.

Baca Juga:  Pemprov Turut Berduka Atas  Bepulangnya Ayahanda Tercinta Muhayatul

Namun, seorang jamaah yang meninggal dunia tergabung dalam kloter 11 Dayan Abu Bakar (80), asal Kecamatan Koto Salak Dharmasraya, wafat di Hotel Transit Safari Wukuf, Assila Muzdalifah, Makkah, Selasa (3/6/2025) sekitar pukul 21.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau Rabu (4/6) sekitar pukul 00.00 WIB.

“Tentu keluarga jamaah yang tinggal agar tabah menerima musibah ini, mudah mudahan almarhum diterima surganya Allah SWT dengan status Husnul Khatimah,” ucap Masdan.

Kabar meninggalnya salah seorang jamaah haji Dharmasraya ini langsung dikabarkan Kemenag bersama Pemkab Dharmasraya ke rumah duka di Koto Salak.

Ratusan jamaah haji Dharmasraya ini diharapkan menjadi jamaah haji yang mabrur. Selamat menjalani proses haji hingga pulang ke tanah air. Saat ini ratusan tamu Allah dari Kabupaten Dharmasraya ini tengah menunggu proses kepulangan dari tanah suci ke tanah air. (drd) 

Baca Juga:  Mahyeldi Dorong Generasi Muda Garap Pertanian Masa Depan Lewat Farm the Future