PADANG-Cabang Kattil Quran Dekorasi, Naskah, Hiasan Mushaf, serta Kaligrafi Kontemporer dan Digital di ajang arena Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) merupakan salah cabang yang cukup mahal. Sebab cabang ini membutuhkan dana yang cukup signifikan.
Karena tidak saja, budgeting yang harus disediakan panitia, sebaliknya juga banyak peralatan yang harus dibutuhkan para Qori dan Qoriah.
Hal ini terungkap dari pengakuan Ketua Majelis Seni Kaligrafi Al Quran MTQN Kota Padang yang ke – 42 tahun 2026, DR Adi Setiawan di Venue Cabang Kattil Quran Aula Bagindo Aziz Chan Balaikota Aie Pacah,, Minggu (11/10/2026).
Dikatakan Adi, dalam lomba Kattil Quran ini panitia harus menyediakan peralatan, seperti kanvas, kuas dan spidol serta laptop. Maka MTQ di level kelurahan dan kecamatan, cabang Kattil Quran ini memang jarang diperlombakan. Hal itu tak terlepas karena hanya perlengkapan lomba yang harga cukup mahal.
Apalagi yang banyak menyediakan dana untuk perlengkapan itu bukan panitia atau penyelenggara, akan tetapi kafilah atau peserta lomba. Contohnya, spidolnya bukan spidol biasa, tapi harganya lima kali lipat dari spidol biasa.
Kasubag Kemenag Padang Erinaldi mengaprisiasi, Qori dan Qoriah peserta cabang Kattil Quran yang tengah bersemangat mengikuti cabang ini. Dari pantauan dari venue lomba, cukup banyak peserta yang berbakat.
“Jadi, kita di Kota Padang tidak perlu khawatir dengan Qori dan Qoriah yang bisa dibawa ke tingkat provinsi maupun nasional nantinya,” ujar Erinaldi.
Dikatakan Erinaldi, peserta perlu dapat dukungan dan apresiasi agar peserta bersemangat dalam mengembangkan seni kaligrafi Al-Quran, baik melalui karya klasik maupun inovasi digital. Diharapkan segenap peserta dapat menampilkan kemampuan terbaik, menjunjung sportivitas, serta menghasilkan karya yang indah, kreatif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
Apalagi cabang seni Al-Quran tidak hanya mengasah keterampilan dan kreativitas, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Quran. (drd)







