BUKITTINGGI — Keterbatasan justru menjadi pemantik lahirnya sebuah inovasi di SMP Negeri 2 Bukittinggi. Berangkat dari persoalan sulitnya mendapatkan air bersih di lingkungan sekolah, tim inovasi berhasil mengembangkan Inovasi Alat Sederhana Penjernih Air yang kini menjadi salah satu peserta dalam Lomba Inovasi Daerah Kota Bukittinggi Tahun 2026.
Selama bertahun-tahun, SMPN 2 Bukittinggi menghadapi kendala kualitas air akibat kondisi geografis sekolah yang berada di kawasan bekas rawa dan persawahan. Air yang tersedia cenderung keruh, berwarna kekuningan, bahkan berbau sehingga belum dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kebutuhan sehari-hari. Akibatnya, sekolah harus membeli beberapa kubik air bersih setiap minggu guna memenuhi kebutuhan hampir 1.000 warga sekolah.
Berangkat dari kondisi tersebut, Tim Inovasi SMPN 2 Bukittinggi menghadirkan SI JENIR (Inovasi Penjernih Air), sebuah alat penjernih air sederhana yang mampu mengolah air keruh menjadi lebih jernih dan layak digunakan untuk kebutuhan berwudu serta kebersihan harian di lingkungan sekolah. Untuk mendukung pemanfaatannya, sekolah juga telah membangun bak penampungan yang terintegrasi dengan sistem penyaringan sehingga air hasil olahan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Saat ini, tim inovasi sekolah tengah mempersiapkan sekitar 20 komponen penilaian sebagai bagian dari kelengkapan administrasi dan eviden yang dipersyaratkan dalam Lomba Inovasi Daerah. Seluruh dokumen disusun secara kolaboratif agar inovasi yang dikembangkan dapat memenuhi seluruh indikator penilaian dengan hasil terbaik.
Kepala SMP Negeri 2 Bukittinggi, Tuti Yamila Sari Dewi, M.Pd. menyampaikan rasa optimistis terhadap proses yang sedang dijalani tim inovasi. Menurutnya, kekuatan terbesar sekolah terletak pada semangat para guru dan seluruh warga sekolah yang selalu siap belajar, bekerja sama, dan mencari solusi atas setiap tantangan.
“Alhamdulillah, kami optimistis dapat memberikan yang terbaik. Tidak ada kata menyerah dalam tim kami. Semua saling mendukung dan terus bergerak bersama menyempurnakan inovasi ini. Semoga apa yang kami lakukan tidak hanya memberikan hasil yang baik dalam lomba, tetapi juga menjadi inspirasi lahirnya inovasi-inovasi lain yang bermanfaat bagi dunia pendidikan,” ujarnya.
Melalui Inovasi Alat Sederhana Penjernih Air, SMPN 2 Bukittinggi berharap solusi yang lahir dari kebutuhan sederhana di lingkungan sekolah ini dapat terus dikembangkan menjadi teknologi yang lebih baik di masa mendatang. Lebih dari sekadar mengikuti kompetisi, inovasi ini diharapkan menjadi bukti bahwa semangat berinovasi mampu menghadirkan perubahan nyata serta memberikan manfaat bagi sekolah, masyarakat, dan Kota Bukittinggi. (Aul)







