PADANG – Masyarakat Nagari Pauh Limo Kecamatan Pauh Kota Padang serbu Konser Haddad Alwi yang bertajuk Gema Hijrah Minangkabau, Sabtu malam (13/6/2026). Acara religi yang digelar di Kantor Camat Pauh ini terselenggara melalui Pokir Wakil DPRD Sumbar Muhammad Iqra Chisa.
Konser yang dipadati ratusan penonton ini dihadiri Kepala UPTD Taman Budaya M Devid, Kadis Kebudayaan Sumbar Syamsul Bahri dan Walikota Padang Fadly Amran dan beberapa anggota DPRD Padang dari Fraksii Golkar.
Kepala UPTD Taman Budaya Dinas Kebudayaan Sumbar M Devid mengatakan, kegiatan Gema Hijriah ini dilatarbelakangi dalam menyambut Tahun Baru Islam 1Muharaam 1448 H, yang jatuh pada tanggal 16 Juni 2026.
“Selain itu juga tak terlepas berbanding lurus dengan filusufi adat basaiandi syarak – syarak basandi Kidabullah (ABS – SBK),” ujar David.
Kadis Kebudayaan Sumbar Syamsul Bahri mengapresiasi konser Gema Hijrah Minangkabau iyang dihelat melalui Pokir dewan ini. Karena bertepatan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H,. “Mudah mudahan dengan kegiatan konser religi menambah syiar Agama Islam di tengah krisis globalisasi dan geopolitik belakangan ini,” ujar Syamsul Bahri.
Dikatakan, Tahun Baru Islam 1 Muharram dilatarbelakangi oleh peristiwa bersejarah yaitu hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari kota Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Peristiwa ini menjadi tonggak penentuan Kalender Hijriah (sistem penanggalan Islam) yang dicetuskan oleh Khalifah Umar bin Khattab. Pemilihan peristiwa hijrah sebagai awal mula kalender didasarkan pada beberapa alasan penting bagi umat Islam.
Wakil Ketua DPRD Sumbar Muhammad Iqra Chisa mengatakan, konser Bertajuk Gema Hijriah Minangkabau bersama penyanyi religi Haddad Alwi cukup membuat warga Pauh cukup antusias menyaksikan, dengan tembang hitnya yang berjudul” Ziarah Nabi”. “Diharapkan dengan konser religi ini bisa mengobati sulitnya ekonomi yang cukup dirasakan masyarakat di tengah krisis geopolitik di Timur Tengah belakangan,” ucap Iqra.
Dikatakan Iqra, sore harinya sebelum konser juga dilaksanakan pawai yang melibatkan siswa SD dan SMP dengan mengenakan baju adat Minangkabau. Sebab, Syarak (agama) selalu bersandingan dengan adat, dengan filosufinya adat basandi syarak – syarak basandi Kidabullah (ABS – SBK). Atau adagiumnya dalam pisomba “Syarak Mangato, adat Mamakai”. Dengan artian, syariat (hukum Islam) yang mengatur atau memberikan perintah, dan adat yang menjalankan atau mengamalkannya.
Selain itu, Iqra, dengan kegiatan ini bisa menggeliatkan ekonomi UMKM di tengah tengah – tengah masyarakat. Karena ekonomi sekarang sedang tidak baik – baik saja karena tak terlepas dari krisis global. “Maka dengan itu dalam menyambut Tahun Baru Islam ini kita bersalawat, mudah mudahan dengan bersalawat itu bisa meredakan krisis global yang tengah terjadi saat ini,” kata Iqra.
Iqra menyebutkan, kegiatan konser dengan mengundang penyanyi religi ini ke depan tak menutup kemungkinan bakal menjadi agenda tahunan, yang akan digelar di sebelas kecamatan yang ada di Kota Padang. (drd)







