Peristiwa

Alek Permainan Anak Nagari Meriahkan 100 Tahun Jam Gadang

46
×

Alek Permainan Anak Nagari Meriahkan 100 Tahun Jam Gadang

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI — Dalam rangka memeriahkan 100 tahun Jam Gadang, Dinas Kebudayaan provinsi Sumatra Barat memalui Pokir DPRD Eva Kamila gelar Alek Permainan Anak Nagari se Bukittinggi tahun 2026, Kegiatan ini dilaksanakan di Lapang Wirabraja, Sabtu (16/05/2026).

Dedi Fatria, selaku Ketua Panitia, menjelaskan, Alek Anak Nagari Bukittinggi, diikuti 80 sekolah mulai dari SD hingga SLTA sederajat. Kegiatan ini dilaksanakan dua hari, 15 dan 16 Mei 2026.

“Ada sekitar 1000 lebih anak yang ikut Alek Anak Nagari di Bukittinggi ini. Kami ucapkan terima kasih atas dukungan dari Ibuk Nurna Eva Karmila serta seluruh pihak. Kita harapkan, alek anak nagari ini, bisa menjadi tradisi di Bukittinggi,” ungkapnya.

Anggota DPRD Sumatera Barat, Eva Kamila, mengapresiasi seluruh panitia dan pihak terkait yang telah menyukseskan Alek anak Nagari Kota Bukittinggi 2026. Permainan anak nagari tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana membentuk karakter, sportivitas, kreativitas dan jiwa sosial anak-anak.

Baca Juga:  Suhu Sudah Tinggi Cuaca Kering, Ternyata Sumbar Belum Dilanda El Nino

“Permainan anak nagari ini bukan sekadar permainan, tetapi juga mengandung banyak nilai pendidikan karakter. Kami berharap kegiatan ini terus dilaksanakan setiap tahun dan menjadi bagian dari kalender event Kota Bukittinggi,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Alek Nagari yang diinisiasi lembaga adat bersama Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan ini menjadi upaya pelestarian adat dan budaya Minangkabau sekaligus mempererat silaturahmi, semangat gotong royong, serta kebersamaan di tengah masyarakat.

“Pemerintah Kota Bukittinggi berkomitmen mendukung pelestarian adat dan budaya serta berharap kegiatan ini terus dilaksanakan dan menjadi kalender utama Pemerintah Kota Bukittinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi, juga berikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Budaya dan kearifan lokal Minangkabau harus kita jaga dan lestarikan bersama. Ini tidak hanya sebagai permainan saja, tapi juga mencerminkan semangat kebersamaan, kreatifitas dan sportifitas. Ini akan tetap dilaksanakan di Sumatra Barat dan lebih meriah lagi. Sehingga bisa terus diwariskan kepada generasi muda kita, khususnya di Bukittinggi dan efek jangka panjangnya, tentu bisa meningkatkan kunjungan wisata ke Bukittinggi,” ungkap Gubernur.

Baca Juga:  Belum Setahun, Masjid Terapung Senilai Rp27 Miliar Carocok Painan Sudah Bocor

Sejumlah permainan tradisional yang dilaksanakan dalam Alek Anak Nagari Bukittinggi, diantaranya, lomba bakiak, potok lele, galah, tarompa sayak dan congklak. Selain itu, juga digelar lomba panitahan dan lomba memasak makanan Minangkabau, anyang dan godok inti khas Nagari Kurai. (aul)