PADANG – Progres pembangunan hunian tetap berbahan Sepablock di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, ditinjau langsung Direktur Utama PT Semen Indonesia Indrieffouny Indra, Senin (6/4/2026). Proyek ini menyasar masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.
Indrieffouny menyusuri area pembangunan di lahan bekas bumi perkemahan Pramuka. Ia berdialog dengan perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi serta pekerja lapangan. Ia memastikan pemasangan Sepablock berjalan sesuai standar.
Kunjungan tersebut didampingi Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Direktur Keuangan Iskandar Z Lubis, Sekretaris Perusahaan Win Bernadino, serta Staf Direksi Donny Aswin Idham.
“Di sini saya melihat langsung progres pembangunan hunian tetap yang menggunakan Sepablock. Nantinya akan dibangun sebanyak 150 unit hunian,” katanya.
Hunian tetap ini dirancang sebagai solusi jangka panjang bagi masyarakat terdampak bencana. Program ini tidak hanya menyediakan tempat tinggal sementara.
Indrieffouny menyampaikan target tahap awal pembangunan segera rampung. Sebanyak 40 unit diprioritaskan untuk segera dihuni.
“Kita berharap 40 unit pertama bisa segera selesai dan dapat ditempati oleh masyarakat terdampak,” katanya.
Penggunaan Sepablock dinilai mempercepat proses pembangunan. Sistem bata interlock membuat konstruksi lebih cepat, rapi, dan efisien tanpa mengurangi kualitas bangunan.
Material ini juga mampu menjaga suhu ruangan tetap sejuk. Kondisi tersebut sesuai dengan kebutuhan hunian di wilayah tropis seperti Kota Padang.
Indrieffouny menegaskan pihaknya akan meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar.
“Kami akan terus meningkatkan volume produksi Sepablock untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus tumbuh,” katanya.
Perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi Kahar menyampaikan apresiasi atas dukungan SIG dan PT Semen Padang dalam pembangunan huntap tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada manajemen SIG dan PT Semen Padang yang telah mengunjungi sekaligus mendukung pembangunan hunian tetap ini,” katanya.
Ia menyebut setiap kendala di lapangan langsung ditindaklanjuti. Hal itu membuat proses pembangunan berjalan lancar dan terkontrol.
“Dukungan yang diberikan betul-betul nyata. Kekurangan apa pun langsung ditindaklanjuti untuk memastikan kualitas tetap terjaga,” katanya.
Kahar menjelaskan penggunaan Sepablock diputuskan melalui komunikasi intens antara pihak terkait. Hasilnya menghadirkan solusi konstruksi yang efisien dan nyaman.
“Pemasangannya lebih cepat, sehingga menghemat waktu dan biaya. Selain itu, kondisi di dalam rumah juga terasa lebih sejuk,” katanya.
Progres pembangunan terus berjalan. Target penyelesaian 40 unit pertama diharapkan segera memberi kepastian hunian bagi para penyintas bencana.(yose)







