Peristiwa

Dua Minggu Beroperasi PMI Bukittinggi Dapat Apresiasi dari Masyarakat Yang Berkunjung

8
×

Dua Minggu Beroperasi PMI Bukittinggi Dapat Apresiasi dari Masyarakat Yang Berkunjung

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI – Beroperasi dari tanggal 13 Maret 2026 hingga 29 Maret 2026 atau seminggu sebelum lebaran hingga seminggu pasca lebaran, PMI Kota Bukittinggi mendapatkan apresiasi yang cukup besar dari masyarakat yang mengunjungi Kota Bukittinggi.

‎”Selama dua minggu itu, masyarakat yang kami layani tercatat sebanyak 52 orang dari empat pos yang kami operasikan,” kata ketua PMI Kota Bukittinggi, H Chairunnas.
‎Jumlah itu menurut pria yang akrab disapa Pak Haji ini, belum termasuk jumlah masyarakat yang hanya minta diukur tensi dan ibu menyusui yang memanfaatkan ruangan khusus.

‎Secara khusus ketua PMI Kota Bukittinggi yang didampingi kepala UDD PMI Kota Bukittinggi, dr Herijon M Kes merinci, layanan kesehatan di posko utama Jam Gadang diberikan pada 41 orang. Sementara pos pelayanan di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan pada 11 orang. Akan halnya pos layanan kesehatan di Terminal Aur Kuning dan Panorama Lobang Jepang nihil.

Baca Juga:  Pemprov Sumbar Berikan Keringan Bayar Pajak, 2 Tahun STNK Mati Kendaraan Bodong

“Untuk posko utama Jam Gadang, layanan kesehatan diberikan pada 17 orang laki-laki dan 24 orang wanita. Sementara untuk pos layanan di TMBK diberikan pada 4 orang pengunjung laki-laki dan 7 pengunjung perempuan,” urainya.

Diantara layanan kesehatan yang diberikan kata Chairunnas, mulai dari pusing, diare, sakit kepala hingga luka gores.

Posko yang didirikan PMI Kota Bukittinggi itu menurut H Chairunnas, khusus sebagai lokasi layanan kesehatan untuk membantu pengunjung yang berwisata ke Kota Bukittinggi.

Terkait kegiatan donor darah, sepanjang Bulan Ramadhan permintaan dari rumah sakit menurun begitu juga dengan pendonor sukarela.

“Pendonor selama bulan Ramadhan, biasa yang mendonorkan darahnya secara sukarela biasa sesudah shalat tarwih,” jelasnya.

Menurutnya, jarang sekali pendonor pada siang hari melakukan kegiatan itu demi menjaga kondisi pendonor itu sendiri.
‎Posko Layanan Kesehatan yang dioperasikan PMI Kota Bukittinggi selama dua minggu itu, menurut H Chairunnas, berada langsung di bawah komando Ahmad Jais sebagai kepala Markas PMI Kota Bukittinggi.

Baca Juga:  SDN 01 Benteng Raih Prestasi di Tingkat Nasional, Wawako Marfendi: Atas Nama Pribadi dan Pemerintahan, Saya Salut dan Bangga

Di akhir pembicaraan, H Chairunnas juga menjelaskan, di kelembagaan PMI Kota Bukittinggi dan daerah lainnya di Indonesia, ada dua komponen yang melekat dan saling berkait antara satu dengan lainnya. Kelembagaan tersebut adalah :

‎1. Markas

‎Markas memiliki  tugas untuk menjalankan kegiatan yang sudah dituangkan dalam program kerja pengurus serta mengarahkan semua relawan untuk melakukan Pertolongan Pertama kepada Masyarakat.
‎Tugas tersebut antara lain saat masyarakat mengalami kecelakaan, Kebakaran, Bencana Alam dan lain sebagainya.

‎2. UDD ( Unit Donor Darah )

‎Lembaga ini tugasnya khusus untuk mencari pendonor sukarela serta memenuhi setiap permintaan darah dari rumah sakit dengan standar mutu yang sudah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (Aul)