Kota Padang

Rakornas FKUB, Fadly Amran Tegaskan Padang Kota Multikultural

29
×

Rakornas FKUB, Fadly Amran Tegaskan Padang Kota Multikultural

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Padang Fadly Amran paparkan penguatan kerukunan umat beragama di Rakornas FKUB. Ist

PADANG — Wali Kota Padang Fadly Amran menjadi narasumber Rapat Koordinasi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama dengan tema Sinergi Pemerintah dan FKUB Guna Memperkuat Persatuan Bangsa dan Harmoni Sosial. Kegiatan berlangsung secara virtual melalui Zoom Meeting dari Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (4/2/2026).

Rakornas tersebut menjadi forum strategis bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta FKUB se-Indonesia dalam memperkuat sinergi menjaga persatuan bangsa dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat majemuk.

Fadly Amran menegaskan kerukunan umat beragama menjadi pilar penting pembangunan Kota Padang. Ia menyebut Padang tumbuh sebagai kota multikultural sejak lama melalui proses historis dan kultural.

Baca Juga:  Pemko Padang Terima Hasil Pemeriksaan BPK, Fokus Perbaikan Tata Kelola Keuangan

“Keberagaman di Kota Padang terjalin secara historis dan kultural. Istilah Urang Padang Jalan Barampek mencerminkan kolaborasi empat etnis besar Minang, Nias, Tionghoa, dan India yang hidup berdampingan dan bergotong royong membangun kota,” ungkap Wali Kota Padang Fadly Amran.

Ia menjelaskan wajah multikultural Padang terbentuk sejak abad ke-17 sebagai kota pelabuhan. Berbagai etnis dan pemeluk agama datang, berinteraksi, serta berbaur secara harmonis dalam kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.

Fadly juga memaparkan praktik konkret penguatan kerukunan yang dijalankan Pemerintah Kota Padang bersama FKUB. Langkah tersebut meliputi peninjauan pelaksanaan ibadah lintas agama, pernyataan sikap bersama menyambut Ramadan, aksi sosial lintas suku dan agama, serta pembinaan kerohanian bagi pelajar dari berbagai latar belakang keagamaan.

Baca Juga:  Fadly Amran Dorong Sinergi DMI dan Pemko Wujudkan Smart Surau

Dalam Rakornas tersebut, Fadly turut menyampaikan pengalaman penanganan konflik sosial di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah. Konflik berhasil diselesaikan melalui pendekatan dialogis, kolaboratif, serta musyawarah bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, FKUB, dan unsur Forkopimda.

“Kecepatan respons pemerintah daerah, dukungan tokoh agama, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam meredam konflik dan membangun kembali harmoni sosial,” jelas Wali Kota Padang Fadly Amran. (Bdr)