Kota Padang

Kenapa Habis Banjir Air tak Langsung Hidup, Ini Penjelasan Perumda AM Kota Padang

128
×

Kenapa Habis Banjir Air tak Langsung Hidup, Ini Penjelasan Perumda AM Kota Padang

Sebarkan artikel ini
Dirut Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal. Ist

PADANG — Distribusi air bersih Perumda Air Minum Kota Padang belum pulih penuh setelah banjir besar yang melanda kota ini. Direktur Utama Perumda AM Padang, Hendra Pebrizal menyebut kondisi air baku di sungai berubah ekstrem sehingga Instalasi Pengolahan Air (IPA) tidak bisa beroperasi normal, Jumat (28/11/2025).

Hendra menjelaskan kondisi kekeruhan air sungai meningkat drastis akibat tingginya lumpur, pasir, dan material banjir. IPA hanya mampu memproses air dalam batas tertentu. Air baku pascabanjir berada jauh di atas standar tersebut sehingga proses koagulasi dan filtrasi tidak berjalan.

“Air baku berubah total. Lumpur terlalu tinggi. Proses pengolahan tidak bisa stabil. Kami tidak boleh memaksakan karena air tidak akan memenuhi standar kesehatan,” katanya.

Baca Juga:  Lewat YBM BRILiaN dan IWABRI, BRI Ro Padang Gelar Khitan Massal bagi Keluarga Kurang Mampu

Ia menyebut banjir juga membawa sampah besar yang menyumbat saringan intake. Pompa air baku tidak bisa bekerja maksimal sebelum saringan dibersihkan. Petugas di lapangan masih fokus membuka jalur air dan membersihkan material tersangkut.

“Intake penuh sampah. Kayu dan lumpur masuk ke saringan. Pompa tidak dapat menarik air. Pembersihan butuh waktu,” kata Hendra.

IPA juga mengalami kendala teknis pada unit sedimentasi dan filter. Kolam sedimentasi terisi lumpur tebal sehingga proses harus dihentikan untuk pengurasan. Filter pasir di beberapa IPA tersumbat total akibat tingginya beban kotoran.

“Sedimentasi berubah seperti kubangan lumpur. Filter tersumbat. Backwash harus dilakukan berkali-kali. Semua itu memerlukan waktu agar kualitas air kembali normal,” ujarnya.

Hendra menegaskan Perumda tidak bisa langsung mengalirkan air ke pelanggan meski pasokan listrik dan pompa kembali hidup. Pipa distribusi harus diisi bertahap agar tekanan stabil. Air yang pertama keluar harus memenuhi standar kualitas sebelum dialirkan ke pelanggan.

Baca Juga:  Wako Padang Fadly Amran Ajak Pemuda Gabung JCI West Sumatera

“Distribusi tidak bisa langsung dibuka. Pipa masih kosong. Tekanan harus naik bertahap. Air harus benar-benar layak konsumsi. Kami tidak boleh menyalurkan air yang keruh,” kata Hendra Pebrizal.

Ia meminta masyarakat memahami proses pemulihan yang memerlukan waktu. Perumda AM Padang mengerahkan seluruh personel untuk mempercepat perbaikan. Beberapa lokasi layanan bergerak menggunakan mobil tangki tetap disiapkan bagi pelanggan terdampak.

“Kami bekerja terus menerus. Pemulihan berjalan. Mobil tangki tetap beroperasi. Kami mohon doa dan kesabaran pelanggan,” harapnya. (Bdr)