Nasional

Penanganan Stunting Wujudkan SDM Berkualitas dan Berdaya Guna

553
×

Penanganan Stunting Wujudkan SDM Berkualitas dan Berdaya Guna

Sebarkan artikel ini

PADANG-Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rizki Pratama SE MM mengharapkan, perlu melakukan screening terhadap calon pengantin (Catin), untuk mengantisipasi potensi stunting terhadap kelahiran anak kelak. Maka dari itu perlu dilakukan srening terhadap kesehatan maupun psikis Catin.

“Langkah ini untuk mewujudkan SDM generasi yang berkualitas dan berdayaguna perlu didukung keluarga yang sehat rohani dan jasmani,” ujar Ade Rizky Pratama pada Sosialisasi Advokasi da KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) Penanganan Stunting bersama mitra kerja Nagari Sungai Asam Kecamatan 2×11 Enam Lingkung, Senin (19/9/2022).

Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rizki serahkan cenderamata

Dikatakan Ade, untuk mengantisipasi potensi stunting tersebut perlu didukung sumberdaya air minum yang layak, sarana sanitasi yang layak, pendidikan kepala keluarga dan dukungan ekonomi.

Ade menyampaikan, persoalan stunting di Indonesia saat ini menjadi masalah nasional karena persentasenya terbilang cukup tinggi. Untuk mengatasi itu, dilahirkan Perpres No. 72/2021 tentang percepatan penurunan stunting.
“Perpres ini merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat kerangka intervensi yang harus dilakukan di kelembagaan dalam pelaksanaan penurunan angka stunting,” ujar Ade.

Ia mengatakan, stunting merupakan suatu gangguan pertumbuhan yang dialami oleh balita yang mengakibatkan keterlambatan pertumbuhan anak yang tidak sesuai dengan standarnya. “Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi di seribu hari pertama kehidupan anak, salah satu ciri-cirinya adalah bertumbuh pendek,” sebut Ade.

Baca Juga:  Pembukaan MTQ tingkat Nasional di Sumbar tanggal 22 Agustus 2020

Ade menyebutkan, permasalahan stunting tidak hanya terjadi pada negara berkembang, tetapi juga dialami negara-negara maju. Hal ini terjadi karena pola asuh anak yang tidak tepat sehingga menyebabkan anak mengalami kurang gizi.”Selain kekurangan gizi, pola hidup yang tidak sehat, pernikahan dini atau hamil dengan jarak yang terlampau dekat juga menjadi penyebab terjadinya stunting pada anak,” kata Ade.

Kepala BKKBN Sumbar Fatmawati ST M Eng mengatakan, anak mengalami stunting pasti pendek, akan tetapi anak pendek belum tentu stunting. “Dikatakan ada sekitar 37 anak yang mengalami stunting di Nagari Sungai Asam, jika anak mengalami stunting sama saja kita mewariskan SDM yang tidak berkualitas,” ujar Fatmawati.

Dikatakan, keberadaan BKKBN berperan dalam penanganan stunting secara hulu sampai ke hilir. Misalnya, dalam mewujudkan generasi yang terbebas dari stunting, memang harus diawali Deri calon pengantin (Catin) apakah si calon ibu sudah layak untuk hamil. Jadi sebelum hamil, selamat calon ibu harus dipastikan kesehatan dari si ibu.

Baca Juga:  Terkait Teroris, Mahyeldi: NII Pusatnya Bukan di Sumbar

Ditambahkan Fatmawati, masalah stunting juga dipengaruhi level ekonomi. Kemudian, sumber air bersih, maka dalam keberadaan air minum ini juga mempengaruhi. Termasuk ada juga korelasi jamban dan rumah kayak huni. Termasuk latar belakang dari pendidikan kedua orang tuanya, juga termasuk potensi kasus stunting. “Semua ini merupakan ndikator indikator pemicu potensi stunting di dalam keluarga. Maka perlu dilakukan edukasi terhadap keluarga berpotensi stunting,” kata Fatmawati.

Ditambahkan Fatmawati, di Kabupaten Padangpariaman potensi stunting masih cukup tinggi, yang mencapai 38 persen.

Kepala DPPKB Padangpariaman Elfi Delita mengatakan, sangat bersyukur karena Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar sangat perhatian dengan Kab.Padang Pariaman. Beberapa anak sudah menjadi anak asuh untuk mencegah stunting.
Penyuluh KB Ahli Utama BKKBN Pusat, Siti “Tonik” Fathonah, mengatakan, untuk mencegah anak stunting itu mudah, bisa dengan gizi yang tersebar di alam sekitar. Rajin makan telur dan kangkung, sudah mencukupi gizi untuk mencegah stunting.

Acara diakhiri dengan pemberian cenderamata dan hadiah doorprize bagi para peserta yang terdiri dari para kader KB. Mereka adalah garda terdepan untuk mencegah anak stunting. (drd)