Budaya

Lestarikan Ayam Endemik Sumbar, Dishub Sumbar Gelar Lomba Ayam Kukuk Balenggek

483
×

Lestarikan Ayam Endemik Sumbar, Dishub Sumbar Gelar Lomba Ayam Kukuk Balenggek

Sebarkan artikel ini
Asisten II Setdaprov Sumbar, Wardarusmen dan Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Heri Nofiardi saat menunjukan ayam kukuk balenggek.ist
PADANG – Dalam rangka memeriahkan Hari Perhubungan Nasional 2022, Dinas Perhubungan Sumbar menggelar lomba ayam kukuk balenggek Minggu (11/9/2022). Dengan lomba tersebut dapat menggairahkan segala potensi ekonomi masyarakat.
Gubernur Sumbar diwakili Asisten II Setdaprov Sumbar, Wardarusmen mengapresiasi iven yang digelar Dinas Perhubungan. Menurutnya, dengan iven itu, akan menggairahkan kembali keinginan masyarakat menekuni pembudidayaan peternakan.

“Kita sangat mengapresiasi yang dilakukan komunitas ayam kukuk balenggek. Historisnya, ayam endemik memang berasal dari Sumbar. Dari Payung Sakaki, Kabupaten Solok. Ini harus kita patenkan,”sebutnya.

Dikatakannya, peluang bagi Sumbar mempromosikan dan melestarikan potensi ayam kukuk balenggek tersebut. Karena mempunyai nilai jual yang cukup tinggi.

“Secara ekonomi juga memiliki nilai. Seperti orang perantau, pulang dari rantau akan mencari ayam kukuk balenggek. Mereka akan merasa terobati kerinduannya akan kampung ketika mendengar ayam berkukuk,”katanya.

Baca Juga:  Hadiri Batagak Gala Suku Sikumbang Pariaman, Gubernur Mahyeldi Ingatkan Jadi Penghulu Punya Tanggungjawab Besar

Filosofinya juga ada, ketika ayam berkukuk pada pagi hari. Kemudian keluar untuk mencari makan. “Makanya kita juga dianjurkan mengikuti cara ini, setelah salat subuh, kita harus mencari nafkah di permukaan bumi ini,”katanya.

Wardarusmen menilai, ada peluang pasar dan peluang ekonomi bagi masyarakat yang membudidaya ayam kukuk balenggek.

Sementara ini, populasi ayam tersebut mamang masih terbatas. Belum berkembang pada masyarakat. Masih dipelihara oleh komunitas tersebut. “Populasinya, kita memang kawatir, tapi harus optimis. Dinas Peternakan harus mengkaji secara teknis untuk mengembangkannya,”harapnya.

Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Heri Nofiardi menjelaskan alasannya untuk menggelar iven tersebut pada hari perhubungan nasional. Dengan menggelar iven, maka motivasi masyarakat pecinta ayam kukuk balenggek kembali bergairah setelah didera pandemi covid-19.

“Sesuai dengan motto hari perhubungan nasional, bangkit maju bersama. Maka kita menggelar ivent yang berkaitan perekonomian masyarakat,”sebutnya.

Baca Juga:  Irwan Basyir: Lestarikan Kearifan Lokal untuk Membangun Kebersamaan

Selain memotivasi pecinta ayam kukuk balenggek, juga akan menjadikan ayam kukuk balenggek makin dikenal masyarakat. Sehingga nilai tawarnya juga akan lebih tinggi.

Iven tersebut memperlombakan dalam berbagai kelas. Diantaranya kelas, istimewa, boko, landik dan randah batu. Mereka yang menjadi pemenang akan mendapatkan tropi dan hadiah uang tunai.
Lomba itu diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Sumbar. Kurang lebih diikuti oleh sebanyak 500 peserta.

“Semoga ini dapat menggairahkan masyarakat terhadap ayam kukuk balenggek,”pungkasnya.

Sekadar informasi, ayam kukuk balenggek adalah ayam endemik asal Sumbar. Terutama dari Payung Sakaki, Kabupaten Solok. Ayam kukuk balenggek sudah menjadi maskot Kabupaten Solok. Bahkan sudah ada tugu ayam di Kabupaten Solok.(Bdr)