PASBAR-Belasan hari pasca gempa menghoyak Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasbar, korban gempa di tenda pengungsi mulai mengalami gangguan kesehatan.
Seperti yang dialami korban gempa di Kajai Kecamatan Talamau Pasbar memasuki hari 12 hari, pengungsi mulai merasakan demam dan stamina yang menurun dampak dari kurang tidur.
“Sejak kejadian gempa tanggal 25 Februari 2022 , hingga sekarang saya hanya beberapa jam saja tidur, karena guncangan kecil masih terasa setiap malam.”kata salah seorang pengungsi Hendi (39), Selasa (8/3).
Dikatakan Hendi, saya berserta istri dan anak-anak masih trauma atas kejaduan gempa 6,1 yang menguncang kampung kami yakni Kajai sekitarnya, masih terbanyang di pelupuk mata saya kedahsyatan gempa itu, seolah-olah sesuatu yang besar akan keluar dari perut bumi akibat hentakan gempa.”ujar Hendi.
Lebih parah sekarang ini, karena masih bertahan pada tenda-tenda pos pengungsian, sudah beberapa warga yang mengalami sakit bahkan ada yang meningal dunia, dengan berbagai keluhan, ada yang sakit perut,deman serta banyak kundisi stamina tubuh menurun.
Sementara itu, Khairul (56) pengungsi lainya mengatakan, hal yang sama. Ia mengalami demam semenjak Subuh tadi (Selasa-red), badan panas dingin dan mengigil kedinginan,
“Namun demikian, pagi tadi saya sudah berobat, dan diangjurkan oleh dokter untuk istirahat total karna stamina tubuh saya ngedrop, akibat kurang tidur dan cemas. Kita berharap pemerintah agar cepat membangun tempat hunian sementara,kalau dapat per Kepala Keluarga (KK),” ujar Khairul. .
Kenapa demikian, kalau berlama-lama dalam tenda pengunsian ini, tidak lah baik,karna tidur hanya beralaskan tarpal dan tempat tidur busa yang hanya terbatas jumlahnya,” Karena di tenda kami ada orang tua dan anak-anak maka kita proritaskan mereka dulu.” terangnya.
Air Bersih untuk,berwuduk saja sulit pak,karena air Pamsimas beberapa bak penampungnya hancur dan pipa -pipa banyak yang pecah. “Diperparah lagi sungai yang mengalirinya teraumbat ratusan ton, matrial lumpur dan kayu sehingga membuat air sungai kecil.”ungkap Ujang (50), pengunsi lainya.
Sementara itu, Pj Wali Nagari Kajai Rahmadani mengatakan, uga masih banyak warga ang belum dapat tenda pengungsian. Ia telah memasukan permohonan pada Kemensos untuk memberikan tenda untuk satu tenda satu KK. Jadi kalau sudah dapat Satu tenda per KK, baru lah bisa warga kita ini agak tenang.
“Miris sekali hati saya, melihat masyarakata kita, yang tidur pada tenda-tenda pengungsian, dan juga masih banyak warga kita yang belum dapat tenda pengungsian.”kata Rahmadani.
Namun demikian, ia akan terus perjuangkan warganya, karena duka mereka adalah dukanya karena sama-sama terdampak gempa, sama-sama trauma.” Kita minta pemerintah pusat harus cepat tanggap akan akan kejadian musibah gempa ini,” kata jar Rahmadani. (mln)







