Budaya

Perbas Sumbar Gelar Festival Tari Tor Tor dan Penyanyi Trio Batak

679
×

Perbas Sumbar Gelar Festival Tari Tor Tor dan Penyanyi Trio Batak

Sebarkan artikel ini

PADANG – Dinas Kebudayan Provinsi Sumbar bekerja sama dengan Perkumpulan Batak di Sumbar (Perbas) menyelenggarakan festival lomba tari Tortor dan penyanyi Trio Batak kegiatan ini untuk mewujudkan pelestarian nilai budaya Batak di rantau. Festival ini juga dihadiri tokoh masyarakat Kota Padang Fauzi Bahari.

Lomba tersebut sekaligus memotivasi para warga Batak yang ada di Sumbar dan para generasi muda berkreasi melalui irama gerak tubuh yang diiringi alunan musik gondang,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Gemala Ranti, Sabtu (23/10/2021).

“Perkembangan zaman globalisasi perlu dibentengi dengan norma-norma budaya, untuk pencerahan secara berkelanjutan, dalam rangka melestarikan budaya,” kata Gemala.

Menurut dia, kegiatan lomba yang diikuti oleh sembilan belas kabupaten dan Kota di Sumbar ini diharapkan dapat membangkitkan semangat para warga Batak yang ada di Sumbar ini untuk menggapai prestasi dengan menjunjung tinggi nilai budaya sebagai perekat persaudaraan dan kebersamaan.

BACA JUGA  Lantamal II Padang Gelar Aksi Bersih-bersih Perawatan Monumen Merpati Perdamaian 

“Dengan penyelenggaraan festival tersebut, diharapkan dapat menggerakkan spirit untuk meningkatkan seni budaya Batak di Sumabr,” kata .Gemala.

Sementara itu Ketua Pelaksana, Togi P Tobing dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini diikuti sebelas peserta tari Tor-tor dan sembilan peserta dari penyanyi Trio dari sembilan belas kabupaten dan kota yang ada di Sumbar. “Kesembilan Kabupaten dan Kota tersebut, namun yang ada persatuan Perbas- nya sembilan kabupaten dan kota , ” ujar Togi.

Togi menambahkan, kriteria penilaian dewan juri pada festival Tortor tersebut meliputi dasar/pakem tari, koreografi bentuk pola tortor, “wirama” keserasian gerakan dan irama musik, “wiraga” olah gerak tubuh, “wirasa” kemampuan berekspresi dalam etika adat daerah serta penampilan keserasian bersama antara penguasaan pentas dengan kostum.

BACA JUGA  Gelaran Halaqah Fiqih Peradaban Warga Nahdliyyin di Ranah Minang

Kegiatan dimaksud, lanjutnya, juga merupakan salah satu wadah pengembangan dan pelestarian karya seni budaya berbasis kearifan budaya lokal dalam rangka memotivasi para generasi muda Batak untuk berkreasi dan berekspresi melalui olah gerak tubuh serta sentuhan alunan musik gondang sehingga menimbulkan rasa mencintai dan rasa memiliki budayanya sendiri.

Comment