Budaya

Silek Bela Diri Tradisional, Diharapkan Menjadi Warisan Dunia

171
×

Silek Bela Diri Tradisional, Diharapkan Menjadi Warisan Dunia

Sebarkan artikel ini

PADANG — Silek Arts Festival (SAF) 2019 kembali diselenggarakan di Kota Padang, 19 hingga 31 Agustus mendatang. Festival bela tradisional ini didukung beberapa kabupaten dan kota di Sumbar. .

Setelah sukses dihelat tahun 2018 yang lalu, Dinas Kebudayaan (Disbud) Sumbar kembali menggelar SAF pada tahun ini dengan tujuan Silek sebagai suatu fenomena khas Minangkabau.

Menurut Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno, alek Silek Arts Festival (SAF) 2019 ini merupakan agenda tahunan yang didukung Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud dengan program Indonesiana.

“Sapakaik Mangko Balega (Sepakat dengan bergotong royong untuk bisa berkreasi melalui budaya silek), kita harapkan dengan acara ini tradisi silek di Sumatera Barat bisa terjaga, sebagai upaya mendorong para pelaku seni pertunjukan, agar terus menggali budaya silek, ” ujar Irwan Prayitno di Istana Gubernuran, Rabu (26/6/2019) .

BACA JUGA  Cara Mahyeldi Singgah Sahur tak Merepotkan Masyarakat

“Ini merupakan bentuk kepedulian kita kepada warisan budaya yang ada di Sumatera Barat (Sumbar). Apalagi silek ini merupakan budaya yang lahir turun temurun sejak dahulu hingga saat ini,” ucap Irwan.

Agendanya direncanakan akan digilir dari satu daerah ke daerah lainnya hingga 31 Agustus mendatang di beberapa dd daerah seperti Kota Padang, Solok, Payakumbuh, Kabupaten Agam dan Sijunjung.

Dalam kegiatan SAF tahun ini tidak hanya menampilkan berbagai atraksi aliran silek yang ada di Tanah Minang, namun juga rangkaian agenda kebudayaan lainnya yang terkait dengan silek.

“Untuk itu, saya berharap agar silek ini dapat dikenal hingga pentas dunia, maka kegiatan SAF ini sangat penting, apalagi tujuan kegiatan ini untuk menjemput atau mengumpulkan aliran-aliran silek yang ada di Sumbar,” ujar Irwan.

BACA JUGA  Penghulu Jambak Nan Batujuh Lepas Kepergian Alm Mardalis, Irwan Basir Dt Rj Alam: Ada Beberapa Hal yang Dimaknai dari Kematian

Silek merupakan budaya asli Minangkabau harus dijaga kelestarian sekaligus ajang promosi budaya Minangkabau.

“Kita ingin nantinya dengan kegiatan ini dapat menjadi sebuah pengetahuan bagi generasi muda untuk lebih menggenal silek yang merupakan warisan budaya. Sehingga, generasi muda ini dapat memahami pengetahuan tentang silek dan tentunya mempelajarinya,” ungkap Irwan.

Comment