PADANG – Cabang olahraga (Cabor) E-Sport tak lagi bisa dipandang sebelah mata di Sumatera Barat. Setelah lama direndahkan dan diremehkan hanya sebagai main game, e-sport justru menjadi salah satu penyumbang medali emas untuk Kontingen Sumbar di PON Aceh-Sumut 2024 lalu.
Hal itu ditegaskan Ketua Harian Pengprov E-Sport Indonesia (ESI) Sumatera Barat Robby Febriansyah dalam sambutan pembukaan di ajang Porprov XVI Sumbar 2026 yang dipusatkan di Kota Padang, Sabtu (10/10/2026).
“E-Sport sebagai salah satu cabang olahraga dibawah naungan KONI dan bahkan cabang olahraga yang berprestasi di Sumatera Barat,” ujarnya.
Robby berpesan kepada seluruh atlet e-sport dari 19 kabupaten/kota untuk tampil maksimal demi mengharumkan nama daerah masing-masing.
“Berkaryalah, bermainlah dan berprestasilah dengan baik untuk membawa nama kabupaten kota masing-masing karena ini adalah suatu langkah yang konkrit yang jelas,” pesannya.
Ia tak menampik stigma miring yang masih melekat pada e-sport. Namun, prestasi di PON 2024 menjadi bukti nyata.
“Menjadikan sebuah prestasi dari cabang olahraga e-sport yang di mana selama ini kita selalu direndahkan, kita selalu diremehkan. Kita dikatakan main game tapi alhamdulillah kita buktikan di tahun kemarin di 2024 Aceh dan Sumut kita dapat medali emas. Lima emas yang diperoleh oleh Sumatera Barat salah satunya adalah dari cabang olahraga e-sport. Tepuk tangan untuk kita semua,” tegasnya disambut tepuk tangan hadirin.
Robby juga mengenang perjuangan e-sport untuk diakui KONI dan masyarakat tidaklah mudah. Sejak 2020 mereka harus berjuang keras hingga meneteskan air mata.
“Kenapa saya selalu bangga menceritakan ini karena memang perjuangan kami dari 2020 memang sangat sangat berat dan bisa dibilang menitikkan air mata untuk dapat diakui dan dipandang oleh masyarakat umum dan alhamdulillah kita pada 2024 kemarin di Aceh dan Sumut,” ungkapnya.
Ia berharap, Porprov XVI 2026 ini menjadi kawah candradimuka untuk melahirkan talenta-talenta baru e-sport Ranah Minang yang akan berbicara banyak di kancah nasional.
“Harapan kita acara ini menjadi ajang untuk mencari bakat talenta-talenta baru agar kita bisa pajak berbicara di PON NTB dan NTT tahun 2028 besok,” pungkasnya.
Ketua Panitia Besar (PB) Porprov XVI Tahun 2026, Editiawarman memberikan apresiasi untuk cabor E Sport. Pasalnya di tengah banyaknya cabor yang masih bermasalah dengan perubahan nomor kelas pertandingan di tengah jalan, E-Sport dinilai menjadi contoh paling profesional dan tertib.
Editiawarman menyinggung adanya temuan di beberapa cabor lain yang nomor pertandingan dimainkan tidak sesuai dengan THB (Technical Handbook).
“Ada edaran terbaru dari kami terkait adanya mohon maaf nomor kelas pertandingan dimainkan tidak sesuai dengan THB. Kami ingatkan kalau di sini kami lihat sangat profesional, nomor pertandingannya lima sangat jelas, THB jelas, di sini tercantum, pendaftaran mengacu ke situ, tidak ada perubahan di TM, nah ini bagus kita kasih applause untuk e-sport,” tegasnya disambut tepuk tangan.
Menurutnya, Panitia Besar sebenarnya sudah memberikan toleransi waktu yang sangat panjang untuk perbaikan data.
“Kami menyadari itu tidak mudah maka di panitia besar sudah memberikan waktu yang tidak sedikit untuk memperbaiki itu. Saat perpanjangan pendaftaran sekaligus bisa memperbaiki data, memperbaiki kelas sampai terakhir dikunci masih kita kasih waktu satu hari memperbaiki,” jelasnya.
“Bahkan seandainya ada yang merubah, memperbaharui nomor pertandingan, kelas pertandingan di technical meeting, kami masih beri kesempatan untuk mengkomunikasikan, mengkoordinasikan dengan panitia besar sehingga bisa kita tuangkan dalam sistem, nanti tidak ada kendala meng-upload hasil pertandingan,” lanjut Editiawarman.
Ia menegaskan, bagi cabor yang tidak mengikuti prosedur tersebut, PB Porprov telah mengeluarkan edaran tegas dan wajib melakukan rapat khusus untuk mencari solusi.
“Bagi yang tidak melakukan seperti itu maka kami keluarkan edaran dengan tegas dan bagi yang mengalami seperti itu maka wajib kita merapatkannya lebih lanjut untuk mencari solusi. Dan kami senang di e-sport hal itu alhamdulillah tidak terjadi sehingga dari awal sampai akhir kami yakin bisa berjalan dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Di akhir sambutan, Editiawarman mengingatkan esensi Porprov bukan hanya soal medali.
“Bapak Ibu kami harapkan kepada para atlet, adek-adek semua ajang olahraga ini tentu kita mencari medali, mencari peserta terbaik. Namun tidak hanya itu di ajang olahraga ini kita bersilaturahim, mencari teman, mencari relasi,” pungkasnya.(*/drd )






