Peristiwa

Curah Hujan Tinggi Picu Jalan Terban di Agam, Kendaraan Roda Empat Tak Bisa Melintas

5
×

Curah Hujan Tinggi Picu Jalan Terban di Agam, Kendaraan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Sebarkan artikel ini
Jalan provinsi yang menghubungkan Padang Koto Gadang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, dengan Kota Bukittinggi tidak dapat dilalui kendaraan roda empat setelah badan jalan terban akibat curah hujan tinggi yang melanda kawasan tersebut, Rabu (24/6/2026).

PADANG — Jalan provinsi yang menghubungkan Padang Koto Gadang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, dengan Kota Bukittinggi tidak dapat dilalui kendaraan roda empat setelah badan jalan terban akibat curah hujan tinggi yang melanda kawasan tersebut, Rabu (24/6/2026).

Kapolres Agam AKBP Muari mengatakan badan jalan yang terban berada di Labuah Sampiak, Jorong Gunggun, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.

“Kondisi badan jalan terban dengan kedalaman 15 meter dan pada bagian lain ada perbukitan, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua,” katanya.

Muari menjelaskan ruas jalan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Padang Koto Gadang dengan sejumlah kecamatan di Kabupaten Agam serta Kota Bukittinggi.

Pihaknya mengimbau masyarakat yang hendak melintasi jalur tersebut untuk terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Saat ini kendaraan roda empat belum dapat melintas karena sebagian badan jalan amblas akibat longsor.

Baca Juga:  Capai PAD Terbaik di Sumbar dan Nomor 4 se Indonesia Pemko Bukittinggi Juga Terima Penghargaan dari Kemenkeu

Kondisi serupa juga terjadi di jalan lingkar atau jalan kabupaten yang menghubungkan Koto Alam, Kecamatan Palembayan, menuju Lubuk Basung melalui Batu Kambing, Kecamatan Ampek Nagari. Jalur tersebut juga hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.

“Sementara ini tidak ada jalan alternatif, karena jalan lingkar di Batu Kambing juga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat,” ujarnya.

Muari menambahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Agam untuk mempercepat penanganan kerusakan jalan. Langkah tersebut dinilai penting karena seluruh akses kendaraan roda empat menuju Palembayan saat ini terputus.

Selain perbaikan jalan, pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan masyarakat untuk membangun saluran air. Aliran air yang terus mengikis badan jalan diduga menjadi penyebab utama longsor dan terban yang semakin meluas.

Baca Juga:  Gubernur Mahyeldi Minta Awasi Perilaku Menyimpang di Sekolah Berasrama dan Ponpes

“Harus dipercepat pembuatan saluran air agar tidak mengikis tebing jalan. Mengingat jalan provinsi, telah dilaporkan ke Pemprov Sumbar supaya segera membuat jalan alternatif,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Nagari Salareh Aia Rizal Islami mengatakan kerusakan jalan terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak Rabu pagi. Menurutnya, kondisi badan jalan saat ini hanya tersisa beberapa meter akibat terban yang terus terjadi sejak bencana hidrometeorologi melanda wilayah itu pada akhir November 2025.

“Badan jalan hanya tinggal beberapa meter karena beberapa kali terban usai bencana hidrometeorologi melanda daerah ini pada akhir November 2025,” katanya.

Rizal menjelaskan jalan tersebut sebelumnya juga mengalami kerusakan akibat banjir bandang pada akhir November 2025. Kondisi semakin memburuk setelah kembali terban beberapa kali. Pada April 2026 lalu, lebar jalan yang tersisa hanya sekitar dua meter. (bdr)