AGAM – Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Muhammadiyah Desaster Menagement Center (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat Dirikan Pos Koordinasi dan Dapur Umum di titik akses terakhir masyarakat di Jorong Sungai Rangeh, Nagari Bayua Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam. (13/12).
Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada Minggu 7 dan 8 Desember 2023. Mengakibatkan kerusakan 2 rumah hanyut, 10 rusak berat, 3 rusak sedang, 21 rusak ringan, 1 Mushola Taqwa Muhammadiyah Hancur, dan 1 Paud Hancur.
Ketua MDMC Sumatera Barat, Portito mengatakan Sumatera Barat pada Desember 2023 ini di timpa 4 bencana alam.
Pertama banjir bandang di Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman 2 Desember 2023, letusan Gunung Marapi pada tanggal 3 Desember.
Kemudian, banjir dan lahar dingin di Tanah Datar 5 Desember 2023, dan Banjir Bandang serta Galodo tanggal 7 dan 8 Desember di Jorong Sungai Rangeh Nagari Bayua Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam.
“Kita bersama sama tim sudah turun sejak 3 Desember, itu di Gunung Marapi dengan mengirimkan 5 Tim Gerak cepat dengan membawa 14 Oksigen paralel,”katanya didampingi Nasrul A Ketua MPK SDI.
Kemudian mengirim 5 Tim Gerak cepat untuk respon Banjir bandang Lahar dingin kab Tanah Datar.
Sekarang, sejak banjir dan galodo di Maninjau tepatnya di Jorong Sungai Rangeh Tim MDMC belum henti hentinya untuk turun lapangan.
Membuka layanan Dapur Umum untuk masyarakat terdampak langsung, masyarakat terdampak tidak langsung dan Relawan yang beraktivitas dilapangan.
Sampai Rabu 13 Desember 2023 Dapur Umum MDMC sudah menyalurkan nasi bungkus sebanyak 1.120 bungkus.
“Kami berharap bantuan uluran tangan kepada Ayahanda, Ibunda Serta para dermawan dimana pun berada yang ingin menyalurkan bantuan nya langsung bisa saja ke pos koordinasi kami di Jorong Sungai Rangeh atau bisa ke kantor Lazizmu Sumatera barat di Mesjid Taqwa Muhammadiyah Sumatera Barat Pasar Raya Padang,”tutupnya.(Bdr)







