OlahragaPendidikan

Lomba Lintas Alam TJPHK V Tahun 2026 Pokir Evi Yandri Ditabuh Wagub Sumbar

6
×

Lomba Lintas Alam TJPHK V Tahun 2026 Pokir Evi Yandri Ditabuh Wagub Sumbar

Sebarkan artikel ini

PADANG-Wagub Sumbar Vasco Ruseymi St Nagari Sati membuka Lomba Lintas Alam Telusur Jejak Perjuangan Harimau Kuranji (LLA-TJPHK) V tahun 2026 di SMAN 11 Padang Bungus Teluk Kabung, Jumat malam (9/10/2026).

Lomba ini terselenggara ini didukung Pokir Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rj Budiman SIp. Dalam kesempatan itu Wagub berpesan, sebagai pecinta alam harus komit menjaga kelestarian alam. Selain itu perlu meningkatkan wawasan kebangsaan terutama tajuk lomba ini perjuangan Batalion Harimau Kuranji.

Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rj Budiman beri kata sambutan

Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rj Budiman beri kata sambutan. (foto ist)

Kadispora Sumbar Tasliatul Fuadi mengatakan, maksud dan tujuan LLA-TJPHK ini sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda, dan cinta lingkungan. “Selain itu membentuk disiplin, silaturahmi generasi muda dan meningkatkan wawasan kebangsaan khusus perjuangan Batalyon Harimau Kuranji, dalam mempertahankan kemerdekaan,”ujar Fuadi.

Dikatakan, awalnya star LLA-TJPHK ini direncanakan di komplek pusat pemerintahan Pemkab Solok, namun dilanda bencana longsor maka pelaksanaan pembukaan plus star dipindahkan ke Bungus Teluk Kabung.” Da lomba ini dihadiri 324 orang pecinta alam dari 81 tim sekaligus diramaikan konten kreator,”ucap Fuadi.

Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rj Budiman SIp mengatakan, kegiatan berlatar belakang lingkungan ini tidak hanya sekadar melepaskan adrenalin peserta terhadap lingkungan. Namun khusus dari itu tak terlepas mengingat perjuangan Batalyon Harimau Kuranji dalam memeriahkan HUT TNI ke 81 tahun 2026.
“Di mana Batalion Harimau Kuranji tersebut merupakan laskar perjuangan rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan RI khususnya di Kota Padang,” ucap Evi Yandri.

Baca Juga:  PPDB Sistem Zona Domisili, Hapuskan Status Sekolah Unggulan

Katanya, sekarang lomba ini diikuti dua provinsi dari luar Sumbar yakni Pekanbaru Riau dan Kerinci Jambi. Namun, masih ada keinginan dari 10 tim Sumatera Utara, yang bakal ikut, namun untuk pelaksanaan tahun berikut diakomodir keinginan pecinta alam dari Sumut tersebut.

Wagub Sumbar Vasco Ruseymi St Nagari Sati berpesan kepada peserta LLA-TJPHK kelima ini agar saling tolong – menolong terutama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dan jaga etika di alam, walaupun alam tentu ada aturan yang harus diperhatikan dan diindahkan.

“Saya juga berpesan kepada peserta yang merupakan pecinta alam, agar menjaga lingkungan dan keasrian alam ,” ujar Wagub.

Kemudian, Wagub meminta kepada peserta dalam meningkatkan wawasan kebangsaan khusus perjuangan Harimau Kuranji.,yang merupakan Batalyon perlawanan rakyat mempertahankan kemerdekaan. Hal ini sesuai dengan tajuk lomba lintas alam ini.

*Peserta LLA-TJPHK 2026 Meningkat
Ketua KPA Bias Khalid Saifullah Rj Basa SSos mengatakan, tahun lomba ini cukup signifikan dibandingkan tahun lalu.

“Sekarang total peserta 81 tim, yang terdiri dari pelajar 46 tim dan umum 35 tim. Peserta selain berasal dari 19 kabupaten dan kota se-Sumbar juga berasal dari provinsi tetangga Riau dan Kerinci Jambi. Peserta dari Pekanbaru Riau 2 tim dan Jambi hanya 1 tim. Di mana tim terdiri dari 4 orang, seorang official dan tiga orang anggota, “ucap Khalid.

Baca Juga:  Erizal: Survei Voxpol yang Buruk

Dikatakan, total hadiah yang diperebutkan tahun ini Rp106 juta, yang terbaik 1 Rp10 juta terbaik II Rp 7,5 juta dan terbaik III Rp 6 juta. Semua ini berasal dari Pokir Wakil DPRD Sumbar Evi Yandri Rj Budiman.

Juga diramaikan doorprize terdiri dari 45 item, dengan total jumlah nilai hadiah door prize Rp10 juta. Dan jarak tempuh yang ditempuh peserta lebih kurang 40 kilometer (KM). Jalur yang ditempuh, perbukitan, telusur sungai dan jalan raya.

Jalur yang ditempuh star di Bungus, Luki dan finish di Kantor Pauh IX Kuranji. Dan jalur ini sebelumnya juga pernah dilaksanakan pada LLA-TJPHK III tahun 2024. Dan penilaian tahun ini hanya kecepatan waktu saj, sedangkan ketepatan waktu ditiadakan. Selain itu peserta juga dicekoki diskusi sejarah dan tecnical meeting (TM) dengan menghadirkan salah seorang Dosen Sejarah Unand Hari Efendi Iskandar.

Lomba terdiri dari dua etape, Etape 1 star di SMAN 11 Padang di Bungus, memasuki hutan Baringin Luki, dan finish di Gua Kelalawar Padayo Luki.

Etape, Star II star di Gua Kelalawar Padayo Luki menembus kawasan hutan Gaduik sekitar 3 KM lalu menuju Pauh V dan Finish Kantor KAN Pauh IX Kuranji Kota Padang. (drd)