Sumatera Barat

Target Rp13,3 Triliun, Vasko Ruseimy: Investasi Harus Serap Tenaga Kerja dan Gerakkan Ekonomi

13
×

Target Rp13,3 Triliun, Vasko Ruseimy: Investasi Harus Serap Tenaga Kerja dan Gerakkan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi melalui skema investasi padat karya yang berdampak langsung bagi masyarakat, Rabu (8/4/2026).Ist

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi melalui skema investasi padat karya yang berdampak langsung bagi masyarakat, Rabu (8/4/2026).

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy saat Musrenbang RKPD Provinsi Sumbar Tahun 2027 di Auditorium Gubernuran.

“Setiap investasi yang masuk ke Sumatera Barat harus memberikan efek nyata. Tidak hanya membangun fisik, tetapi juga menyerap tenaga kerja secara masif dan memperkuat ekonomi masyarakat,” katanya.

Vasko Ruseimy menyebut strategi investasi Sumbar bertumpu pada empat pilar utama. Pilar pertama penguatan infrastruktur dan konektivitas. Fokus meliputi pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru, Fly Over Sitinjau Lauik, serta peningkatan jalur Bukittinggi–Payakumbuh.

Pilar kedua pengembangan sektor maritim melalui optimalisasi Pelabuhan Teluk Tapang sebagai simpul distribusi komoditas unggulan daerah.

Pilar ketiga penguatan energi terbarukan melalui pengembangan potensi panas bumi di sejumlah titik strategis. Pilar keempat penguatan sektor pariwisata dan ketangguhan kawasan seperti Kawasan Mandeh dan Kepulauan Mentawai.

Baca Juga:  Mahyeldi Dorong Kolaborasi Perguruan Tinggi untuk Majukan Sumatera Barat

“Ini bukan sekadar proyek. Ini portofolio strategis yang menjadi pengungkit ekonomi Sumatera Barat dalam jangka panjang,” katanya.

Vasko Ruseimy menyoroti dua proyek prioritas. Proyek meliputi pengembangan geothermal berpotensi hingga 165 MWe dan pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru sepanjang 255 kilometer.

Ia menilai pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik melalui skema KPBU menjadi solusi strategis untuk menekan biaya logistik serta meningkatkan keselamatan transportasi.

“Investor tidak hanya mencari peluang. Investor membutuhkan kepastian. Di sinilah peran kepala daerah sebagai CEO sangat menentukan, harus proaktif, solutif, dan hadir mendampingi,” katanya.

Vasko Ruseimy menegaskan daerah harus bergerak cepat. Pemerintah kabupaten dan kota diminta menjemput peluang, memastikan kesiapan lahan, serta memberikan pendampingan kepada investor.

Baca Juga:  Gubernur Mahyeldi Selaku Ketua Mabida Sumbar Pimpin Upacara Hari Pramuka ke-62 di Sijunjung

“Daerah yang ramah investasi adalah daerah yang responsif dan mampu menyelesaikan persoalan di lapangan,” katanya.

Pemprov Sumbar juga mendorong transformasi birokrasi berbasis digital melalui sistem OSS. Sistem ini memastikan perizinan berjalan cepat, transparan, dan tanpa tumpang tindih regulasi.

Vasko Ruseimy menyebut tahun 2027 menjadi momentum penting. Target investasi ditetapkan mencapai Rp13,3 triliun. Angka ini bagian dari proyeksi peningkatan investasi hingga Rp18,8 triliun pada 2030.

“Arah kebijakan kita fokus pada hilirisasi pertanian, pariwisata unggulan, energi terbarukan, infrastruktur, serta penguatan UMKM dan industri lokal,” katanya.

Vasko Ruseimy menegaskan Sumatera Barat memiliki peluang besar untuk bertransformasi di tengah tantangan fiskal dan risiko bencana.

“Kita tidak hanya bicara rencana. Kita bicara komitmen bersama. Kuncinya kolaborasi. Jika bergerak bersama, pertumbuhan ekonomi inklusif bisa terwujud,” katanya. (Bdr)