Olahraga

Laga Tim Tanpa Beban, Prediksi Jepang vs Indonesia

394
×

Laga Tim Tanpa Beban, Prediksi Jepang vs Indonesia

Sebarkan artikel ini
Pesepak bola Timnas Indonesia berselebrasi usai Ole Lennard Romenij (kanan) mencetak gol ke gawang Timnas China pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga Grup C di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). ANTARA

JAKARTA – Timnas Indonesia akan menantang Jepang pada laga terakhir Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Suita City, Selasa, 10 Juni 2025.

Pertandingan tidak memengaruhi kelolosan. Jepang sudah memastikan tiket ke putaran final. Indonesia juga telah mengunci tempat di putaran keempat setelah menang atas China dan Bahrain kalah dari Arab Saudi.

Jepang baru menelan kekalahan 0-1 dari Australia. Gol Aziz Behich di menit ke-90 menjadi satu-satunya pembeda. Kekalahan tersebut menjadi noda pertama Jepang di putaran ketiga.

Dari sebelas pemain inti saat melawan Australia, hanya dua nama berasal dari klub Eropa. Daichi Kamada dan Tsuyoshi Watanabe tampil sejak awal. Pelatih Hajime Moriyasu tetap mencatat hasil buruk dalam lawatan ke Australia.

Sebaliknya Indonesia meraih kemenangan tipis atas China. Penalti Ole Romeny menjadi satu-satunya gol dalam laga itu. Kemenangan memastikan langkah ke putaran keempat kualifikasi.

Baca Juga:  Pelatihan Wasit yang Dihelat Pemprov PSTI Diapresiasi KONI Sumbar 

Pelatih Patrick Kluivert patut diapresiasi. Ia berani memainkan empat pemain Liga 1 sejak menit pertama. Keputusan tersebut dibayar dengan penampilan solid, meski di tengah dominasi pemain diaspora.

Pertemuan terakhir antara kedua tim berakhir pahit bagi Indonesia. Jepang menang 4-0 di Jakarta. Maarten Paes kebobolan oleh gol Minamino, Morita, Sugawara, dan gol bunuh diri Hubner.

Pada laga itu, Jepang unggul penguasaan bola hingga 67 persen. Tim Garuda hanya mencatat 33 persen. Jepang melepaskan 12 tembakan, dengan 7 tepat sasaran. Indonesia hanya mencatatkan 3 tembakan tepat dari 8 percobaan.

Dua pemain utama kembali tersedia. Maarten Paes dan Marselino Ferdinan telah menjalani sanksi kartu. Pelatih membawa keduanya ke Jepang, namun tidak menjamin tampil sebagai starter.

Paes harus bersaing dengan Emil Audero. Emil tampil gemilang saat melawan China. Clean sheet dan penyelamatan penting menjadi bukti kualitasnya. Emil mantan pemain Juventus dan Inter Milan.

Marselino juga memiliki pesaing. Egy Maulana Vikri bermain efektif di lini depan saat lawan China. Pemain Dewa United itu menjadi mitra ideal bagi Romeny.

Baca Juga:  LSM Kuciang Aie Santuni Genta Alparedo Berangkat TC Timnas U-19

Pelatih Kluivert kemungkinan melakukan rotasi. Kevin Diks dan Mees Hilgers berpeluang turun sejak awal. Keduanya belum tampil saat melawan China. Beckham Putra juga bisa dimainkan sejak menit pertama setelah tampil apik sebagai pengganti.

Jepang kemungkinan kembali menurunkan tim pelapis. Saat melawan Australia, beberapa pemain utama absen atau tidak dimainkan. Kubo hanya tampil sebagai pengganti. Mitoma bahkan tidak masuk skuad.

Dua bek, Machida dan Watanabe, mengalami cedera. Moriyasu tidak menambah pemain. Total hanya 21 pemain tersedia. Tiga debutan dimainkan saat melawan Australia. Tujuh pemain baru juga bergabung untuk dua laga terakhir.

Jika Jepang kembali eksperimen, Indonesia punya peluang. Satu poin di kandang lawan bukan hal mustahil. Tim Garuda telah menunjukkan konsistensi permainan dan disiplin kolektif. (*)