Budaya

Mengenal Tradisi Urak Balabek di Pauh IX Kuranji, Kota Padang

1544
×

Mengenal Tradisi Urak Balabek di Pauh IX Kuranji, Kota Padang

Sebarkan artikel ini

PADANG – Sudah dua hari sejak 27 Februari 2020 Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh IX Kuranji, Kota Padang ramai sipenuhi warga. Masyarakat Pauh IX sedang menjalankan tradisi Urak Balabek (Pengangkatan Tuo Silek).

Tak banyak yang tahu apa itu Urak Balabek, sejak kapan tradisi ini dimulai. Sehingga kini kembali dimunculkan.

Menurut versi pegiat silat tradisional Pauh IX Kuranji, Zul Akmal Naro, sejarah tradisi Urak Balabek dimulai saat Pauh si 14 (Nagari Pauh IX dan Pauh V ) diujung tanduk. Kondisi itu sekitar tahun 1877. Dimana terjadi pemekaran Pauh menjadi Pauh IX dan Pauh V.

“Di ujung tanduk karena kondisi masuknya Belanda,”sebut Naro.

Maka ditunjuklah tapian masing-masing suku, Jambak Batujuh di Kuranji, Caniago Korong Gadang, Suku Koto Batujuh di Pasa Ambacang, tapian Suku Sikumbang di Anduriang.

Baca Juga:  Dualisme Ketua LKAAM Padang Ilegal, LKAAM Sumbar Diminta Segera Menyelesaikan 

Kemudian, tapian Suku Malayu di Lubuk Lintah, tapian Suku Tanjuang di Ampang, Koto Baduo di Kalumbuk, Jambak Baduo di Gunung Sarik dan Guci di Sungai Sapih.

Begitu juga di Pauh V yang terdiri dari lima suku dan lima tapian. Dimana disusunlah urang Ampek Jiinih dan Ninik Mamak Bajinih masing-masing suku.

Setelah itu baru di bentuk Tuo tapian. Berawal dari itulah maka, untuk menunjuk Tuo Tapian perlu seleksi diantara para Pandeka di suku masing-masing. Juga dari tapian masing-masing yang ada di sasaran-sasaran tadi.

Maka tumbuh pemikiran di waktu itu yg di namakan Urak Balabek yg di seleksi dari Guru Tuo. Kemudian Guru Gadang berlanjut ke Kako Pandeka dan Ninik Mamak Pandeka dari sinilah baru seleksi tersebut dapat menghasilkan Tuo Tapian.

Tuo Tapian adalah pimpinan tapian yg bertugas utk memimpin tapian. Sebagai penunjang tugas Ninik Mamak Bajinih di Suku masing-masing tapian tadi.

Baca Juga:  Ketua DPD LPM Padang Lepas Jenazah Bhukari di Subarang Padang

Sedangkan urutan pengangkatan guru dalam Urak Balabek yang bergerak secara otomatis dari bawah ke atas. Ninik Mamak Pandeka, Kako Pandeka, Guru Gadang dan Guru Tuo.

Jadi kalau yang akan diangkat menjadi Guru Tuo maka secara otomatis Guru Tuo yang mengangkatnya menjadi Guru Gadang. Begitu seterus ke atas, ini di sebut juga “mengilatkan pedang”.

Urak Balabek yang digelar Pauh IX tahun ini difasilitasi Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pariwisata guna melestarikan kebudayaan. Kegiatan itu juga bekerjasama dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Padang yang diketuai Zulhardi Z Latif. Agar tradisi tersebut tidak hilang begitu saja.

Pelaksanaannya berlangsung selama tiga hari dari 27 hingga 29 Februari 2020. (Bdr)