PeristiwaSumatera Barat

Mahyeldi Lapor ke Komisi V DPR RI, Sumbar Butuh Rp1,3 Triliun

107
×

Mahyeldi Lapor ke Komisi V DPR RI, Sumbar Butuh Rp1,3 Triliun

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi menemui Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (16/5).

PADANG – Gubernur Mahyeldi menemui Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (16/5). Dalam pertemuan tersebut, Mahyeldi memohon dukungan Komisi V DPR RI dalam percepatan penanganan dampak bencana sekaligus percepatan peningkatan kualitas mitigasi bencana di Sumbar. Sumbar mengajukan anggaran sekitar Rp1,3 triliun dalam kesempatan itu.

Seperti dukungan untuk pembangunan sabo dam atau cekdam, normalisasi sungai, pembangunan flyover, serta percepatan pembangunan jalur tol Padang-Pekanbaru.

Sungai yang berhulu ke Gunung Marapi ada 15 sungai, dan hanya ada dua cekdam untuk pengamanan lahar dinginnya. Bandingkan dengan Gunung Marapi Jogja, di mana ada 10 sungai tapi punya 250 sabo dam. Oleh karena itu, Sumbar butuh dukungan Komisi V untuk pembangunan sobodam senilai Rp750 miliar di Sumbar.

BACA JUGA  50 Personil Gabungan Amankan PSU Solok Selatan

Di samping itu, Gubernur juga menyampaikan permohonan untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur utama yang berada di bawah kewenangan provinsi dan kabupaten/kota di Sumbar.

Infrastruktur terdampak bencana itu meliputi jalan, jembatan, dan sumber daya air, dengan total kebutuhan anggaran Rp589 miliar. Selain itu, Komisi V DPR juga diminta mendukung percepatan perbaikan infrastruktur utama nasional yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.

“Kita juga bermohon pembangunan flyover dari Air Terjun Lembah Anai sampai ke Silaiang, sebagai bagian dari rekonstruksi jalan nasional yang terban dan saat ini putus total di kawasan itu. Jalan ini sangat penting bagi masyarakat dan perekonomian Sumbar dan provinsi-provinsi tetangga,” ujarnya.

BACA JUGA  Masjid Jami' Mandiangin Bukittinggi Terima Dana Hibah Sebesar Rp.5 M

Selain perbaikan atas infrastruktur utama yang rusak, Gubernur Mahyeldi juga memohon dukungan Komisi V DPR RI untuk percepatan penyelesaian jalur tol Padang-Pekanbaru seksi Padang-Sicincin-Bukittinggi-Lima Puluh Kota. Keberadaan jalur ini menjadi sangat penting sebagai jalur alternatif utama, saat sewaktu-waktu terjadi bencana yang merusak jalan nasional, seperti kejadian bencana saat ini.

“Begitu pun dengan pembangunan Flyover Sitinjau Lauik yang sudah direncanakan melalui skema KPBU. Ini juga kita sangat mohonkan dukungannya agar dipercepat, karena jalur ini sangat ekstrem dan sangat rawan longsor jika curah hujan kembali tinggi,” ucapnya.

Comment