Pendidikan

Sambil Menunggu Kegiatan Nikmati Pariwisata Negeri Kincir Angin

1113
×

Sambil Menunggu Kegiatan Nikmati Pariwisata Negeri Kincir Angin

Sebarkan artikel ini

Catatan Perjalanan Prof Syahrial Bakhtiar ke Amsterdam Belanda dan Ghent Belgia (2)

SAMBIL menunggu Hari ‘H’ kegiatan Talent Identification and Development (TID) Expert Meeting, pada kedua di Kota Amsterdam kami memanfaatkan waktu mencari tahu tentang sarana dan prasarana olahraga yang ada di sekitar kota Kincir Angin ini.

Tnrugama di sekitar hotel kami berada serta tentunya mengunjungi tempat-tempat wisata yang dekat saja di sekitar hotel tempat menginap. Sebab kami juga pelaku dan sekaligus pemerhati pariwisata. Dari info perkiraan cuaca yang kami dapatkan siang ini juga masih ada diwarnri cuaca dingin tetapi tidak diiringi gerimis. Lebih awal setengah jam matahari tudah bersinar. Di mana mendung dan gerimis sudah pergi.

Risky bersama istrinya Farah segera memesan ‘uber’ tidak beberapa menit mobilpun tiba, Alhamdulillah. Tujuan kami siang ini menuju Zaandam, yang berjarak sekitar 20 menit ke arah barat dari hotel, guna menikmati objek wisata terkenal di Kota Amsterdam, wind mills (kincir angin).

BACA JUGA  Gubernur Sumbar Bedah Buku Mendidik dan Membesarkan Anak Berkarakter
Jelang kegiatan dimulai Syahrial Bakhtiar nikmati pusat perbelanjaan Kota Amsterdam

Kalau turis-turis dari Indonesia yang berkunjung ke kota yang berpenduduk sebanyak 980.876 jiwa ini belum lengkap rasanya jika belum berrswafoto di situ. Sudah beberapa kali berkunjung ke Kota Amsterdam kami belum mengunjunginya,. Padahal kemarin sudah direncanakan, tapi batal karena cuaca. Hanya lima menit uberpun tiba.

Hanya lima menit mobil melaju ke arah barat dari hotel, berjejer lapangan sepak bola, karena mobil cukup kencang kami perkirakan tidak kurang sepuluh lapangan, dan lengkap dengan sarana lainya. Gawang portable ukuran sedang dan kecil. Ada gedung besar bertuliskan pusat kebugaran .
Dari balik kaca mobil terlihat peralatan latihan, weight training, serta mesin-mesin fitnes nampaknya. Kamipun mulai menerawang, bagaimana pula banyak dan lengkapnya sarana olahraga lainya, termasuk lapangan sepakbola yang ada di kota lainya di sekitar Amsterdam. Kalau di sekitar hotel yang agak lengang saja sarananya sudah seperti ini. Jadi Sudah mulai terjawab sebagian pertanyaan kenapa Belanda begitu maju persepakbolaan, karena tersedianya sarana dan prasarana olahraga yang sangat mudah diakses masyarakat.

BACA JUGA  Saatnya Lulusan PT Berjiwa Technopreneur dan Sociopreneurship

Comment