BudayaPariwisata

Nikmatnya Karucuik Baluik dengan Nasi Baronjin

642
×

Nikmatnya Karucuik Baluik dengan Nasi Baronjin

Sebarkan artikel ini
Dinas Pariwisata Solok menjamu tamu dari Dinas Pariwisata Sumbar dengan Karucuik Baluik dan Nasi Baronjin.Ist

PADANG – Karucuik Baluik (kerucut belut). Sebuah makanan khas di Payo, Kota Solok. Belut yang dimasak dengan media dibungkus daun pisang.

Karucuik Baluik hanya ditemukan di Payo Kota Solok. Makanan ini disajikan saat menerima tamu. Dikemas dalam satu baki disajikan dengan nasi Baronjin.

“Ini semua ada filosofinya,”sebut Kepala Dinas Pariwisata, Milda Murniati.

Dari sejumlah masakan khas Minangkabau, Karucuik Baluik cukup unik. Meski secara kasat mata, telihat seperti gulai belut. Tapi campuran dan citarasa yang disajikan memiliki ciri khas tersendiri.

Pertama, kuah santan lebih kental dan bumbunya lebih terasa. Aromanya makin terasa ketika belut dicampur dengan daun kesambi atau kosambi (Schleichera oleosa).

Semuanya dimasak dalam satu bungkusan daun pisang. Untuk campuran ini ada pilihan, bisa daun kesambi, atau tapak liman (Elephantophus scaber L).

Baca Juga:  Penyangga Lembah Anai, Masyarakat Minta Bangun Jalan Padang Pariaman-Padang Panjang via Nagari Gunuang

Aromanya terasa enak ketika kerucut tersebut dibuka. Kuahnya yang kental dicampur nasi, daging belutnya terasa empuk ditambah khas asam daun kesambi yang meresap ke dalam daging belut.

“Ini khas kami, jika ada yang berkunjung ke Payo, bisa menikmati makanan ini,”ujarnya.

Makanan ini makin menarik jika disajikan dengan nas Baronjin. Nasi yang dibungkus daun pisang, dibuat lonjong, runcing ke atas. Sebuah penyajian nasi yang menarik.

“Jadi ini dulunya adalah sajian makanan mertua untuk menantunya, baronjin artinya ronjong. Di luarnya tinggi runcing, di dalamnya enak,”ungkap Milda.

Jika ada yang penasaran dengan Kaucuik Baluik dan Nasi Baronjin, silahkan datang ke Objek Wisata Batu Patah, Payo, Kota Solok.

Baca Juga:  Sanggar Seni Rantak Sigumarang Unjuk Gigi di Panggung PKPEK 2020 Pauh IX

Sebuah, objek wisata yang berada di perbukitan dengan ketinggian 840 meter di atas permukaan lait (mdpl) ini, pengunjung akan dapat menyaksikan dan bisa ikut budi daya bunga chrysantemum atau krisan beraneka ragam warna.

Selain budi daya bunga krisan, pengunjung juga dapat melihat langsung kebun kopi di atas lahan seluas 40 hektar di daerah ketinggian.

Dengan berdirinya fasilitas menara pandang yang ada saat ini, pengunjung yang berkunjung ke Bukit Batu Patah Payo juga bisa melihat langsung keindahan Danau Singkarak, Gunung Talang, Gunung Marapi dan pemandangan Kota Solok dari ketinggian.(Bdr)