BudayaPariwisata

Batu Runcing, Indahnya Fenomena Alam dari 300 Juta Tahun Lalu

179
×

Batu Runcing, Indahnya Fenomena Alam dari 300 Juta Tahun Lalu

Sebarkan artikel ini
Geosite Batu Runcing di Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, Rabu (6/3/2024). (Foto: Kiwi/Dispar Sumbar)

PADANG – Kini ada objek wisata baru bagi peminat di Kota Sawahlunto, yakni sebuah gugusan batu karang berbentuk runcing menjulang berumur ratusan juta tahun. Untuk dapat mengamati batu ini Pemperintah Kota Sawahlunto sudah membangun fasilitas dan infrastruktur.

Objek itu berada di Lokasinya berada di Kecamatan Silungkang. Melewati jalan cukup menanjak, sekitar 1 Km. Menjelang lokasi itu, kita juga akan disuguhkan pemandangan alam yang menarik. Kiri kanan jalan masih perbukitan, walau sudah ada pemukiman warga.

Batu itu, seperti mejulur ke luar tanah. Dengan relief alami layaknya stalakmit yang muncul di dasar gua. Hanya saja ini berada di alam bebas yang disekitarnya ditumbuhi tanaman karang.

BACA JUGA  2023, Sumbar Dikunjung 7,3 Juta Wisnus Habiskan Rp7,5 Triliun untuk Belanja

Jumlahnya manyak, tersebar pada sebuah lereng yang curam. Meski begitu, ada beberapa gugusan yang dapat dijangkau dengan dekat. Pemerintah juga menyediakan penyangga, memudahkan pengunjung untuk melihat dari dekat.

“Hati-hati batunya tajam,”kata petugas Pariwisata Kota Sawahlunto saat pengunjung mencoba menulusuri rongga-rongga batu tua tersebut.

Bagi wisatawan yang selama ini tertarik dengan fenomena alam seperti batu runcing ini, maka cobalah mengunjungi objek wisata tersebut. Sekitar 3 jam dari Kota Padang hanya kurang dari 1 jam dari Kota Sawahlunto.

Dibuka
Objek wisata ini baru satu bulan dibuka, kunjungan wisata ke Geosite Batu Runcing Kota Sawahlunto, sudah mencapai 4 ribu orang.

Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Sawahlunto, Marta mengatakan, Batu Runcing resmi dibuka pada Februari 2024.

BACA JUGA  Di Tengah Pandemi, Baznas Padang Sukses Khitan 1.844 Anak Kurang Mampu 

“Kami selesai laksanakan pembangunan fasilitas umum dan sarana di lokasi ini pada Desember 2023. Januari mulai persiapan dan Februari pembukaan. Selama satu setengah bulan ini antusias masyarakat cukup tinggi,” ucapnya, kemarin.

Pembiayaan pembangunan fasilitas Geosite Batu Runcing menelan anggaran Rp2,3 miliar. Sumber dananya berasal dari dana alokasi khusus Kementerian Pariwisata.

“Anggaran untuk membangun gapura. Lalu jalan dan pengaman menuju situs Batu Runcing. Kemudian empat ruangan di antaranya toilet dan musalla,” ungkapnya.

Comment