Politik

Penanggulangan Bencana Pasca Gempa, Zulkenedi Said Gelar Sosialisasi Perda 4/ 2023 di Nagari Limau Purut

967
×

Penanggulangan Bencana Pasca Gempa, Zulkenedi Said Gelar Sosialisasi Perda 4/ 2023 di Nagari Limau Purut

Sebarkan artikel ini

PASAMAN — Pada waktu Gempa Bumi 26 Februari 2022 yang lalu berpusat di Timbo Abu Nagari Kajai Kecamatan Talamau, Longsor, banjir dan abrasi pantai, salah satu Nagari yang terdampak adalah Nagari Limau Purut Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat.

Penanggulangan bencana di Kenagarian tersebut kurang maksimal diupayakan Pemprov Sumbar. Akibatnya, pelayanan maksimal yang mesti diberikan kepada masyarakat tidak dapat diwujudkan.

“Makanya, pada masa sidang Kedua Tahun 2023/2024 ini, Minggu, tanggal 4 Februari 2024 kami melaksanakan Sosialisasi berkaitan dengan Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2023 Tentang Penanggulangan Bencana kami pilih di Nagari Limau Purut Kinali,” ujar Anggota DPRD Sumbar, Zulkenedi Said kepada wartawan media ini, Selasa (5/2/2024).

BACA JUGA  Mencoblos di Pessel, Nasrul Abit Ajak Masyarakat Datang ke TPS

Menurut, Zulkenedi Said, Sosialisasi Peraturan daerah (Sosper) merupakan salah satu Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat sesuai dengan Regulasi Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014, jounto Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 Tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi dan Kabupaten Kota, jounto Peraturan DPRD Provinsi Sumatera Barat Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Tata Tertib DPRD Provinsi Sumatera Barat.

“Pilihan Perda No 4 Tahun 2023 ini dengan pertimbangan Kabupaten Pasaman Barat termasuk salah satu daerah yang juga rawan bencana,” terang Zulkenedi Said, yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumbar.

Lebih lanjut dikatakanya, adapun subtansi dari materi Perda Nomor 4 Tahun 2023 Tentang Penanggulang Bencana ini adalah ;

BACA JUGA  Pemerintah Masih Alergi dengan Kritik, Mural di Padang hanya Berumur Satu Hari

(1) Untuk mengurangi resiko bencana diperlukan upaya penanggulangan bencana secara terencana, terpadu dan menyeluruh dengan mengoptimalkan semua sumber daya yang tersedia dan dapat diakses [Konsideran Menimbang (a)];

(2) Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan/atau non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psykologis (Paeal 1 ayat 8);

Comment