Politik

Bacabup  Bakri Maulana Bersilaturahmi dengan Perantau Pessel Riau

170
×

Bacabup  Bakri Maulana Bersilaturahmi dengan Perantau Pessel Riau

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU — Bakal Calon Bupati Pesisir Selatan, Bakri, M, SE, MP menyambut gembira pengukuhan Dewan Pengurus Daerah Forum Komunikasi Perantau Pesisir Selatan (DPD FKP-Pessel) Kota Pekanbaru dan Pengurus Ranting FKP-Pessel Rumbai Raya di Hotel Furaya, Kota Pekanbaru, Minggu (4/2/2024).

“Semoga eksistensi perantau Pessel di Bumi Lancang Kuning kedepanya memiliki formulasi yang baik dalam menyikapi perubahan sosial dan budaya dalam maknanya yang sesungguhnya,” ujar Bacabup Pessel, Bakri, Senin (5/2/2024).

Pada kesempatan itu, Bakri M mengucapkan selamat atas Pengukuhan DPD FKP Pessel Kota Pekanbaru dan Ranting FKP Pessel Rumbai Raya dengan mengajak marilah kita bersatu pada, guyub dan rukun dalam kebersamaan.

BACA JUGA  Pileg 2024, Ketua DPW PKPS Sumbar  Ajak Menangkan Rang Pasisia

Seperti diketahui Pengukuhan DPD FKP Pessel Kota Pekanbaru yang dipimpin Ketua terpilih Yusbon Chaniago dikukuhkan oleh Ketua FKP Provinsi Riau Delisis Hasanto Dt. Mangkuto Alam dan selanjutnya Pengukuhan Ranting FKP Pessel Rumbai Raya oleh Yusbin Chaniago.

Bakri M yang menyempatkan diri hadir di Kota Pakanbaru selaku Waketum FKP-Pessel Pusat itu mengatakan, derasnya arus globalisasi telah menghasilkan perolehan informasi tanpa batas. Hal tersebut mempengaruhi kita dalam pola kita bermasyarakat bersosial dan berbudaya.

“Semestinya kita sadar bahwa dimana pengamalan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah kita tidak boleh mengabaikannya, baik di ranah, apalagi hidup diperantauan,” ungkap, Bakri M, yang juga Wakil Ketua Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) ini.

BACA JUGA  Satu Partai tak Daftarkan Bacaleg, Sebanyak 17 Partai Daftar ke KPU Sumbar

Bakri M yang akrab disapa Pak BM menambahkan pengikisan adat dan budaya Minang semakin menggelisahkan, baik di ranah maupun Dirantau. Untuk itu, kita mesti kembali memaknai keteladanan pemimpin yang ada.

“Hanya kembali kepada pemahaman budaya dan keteladanan pemimpin dalam membentengi diri arus globalisasi,” pungkasnya. (drd)

Comment