Budaya

Diakui sebagai WBTbI, Serak Gulo Simbol Kerukunan Warga Sumatera Barat

166
×

Diakui sebagai WBTbI, Serak Gulo Simbol Kerukunan Warga Sumatera Barat

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi pada gelaran tradisi Serak Gulo di Kompleks Masjid Muhammadan, Pasa Gadang, Kota Padang, Rabu (13/12/2023).Ist

PADANG – Gelaran tradisi Serak Gulo di Kompleks Masjid Muhammadan, Pasa Gadang, Kota Padang, Rabu (13/12/2023), menyatukan ribuan warga Sumatera Barat.

Gubernur Mahyeldi Ansharullah mengumumkan kebanggaannya karena Serak Gulo resmi masuk dalam Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) versi Kemendikbudristek RI.

Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menyampaikan rasa syukur, “Alhamdulillah, Kementerian Dikbudristek mengakui 21 WBTbI di Sumbar, termasuk tradisi Serak Gulo. Kita pertahankan eksistensinya sebagai simbol kerukunan,”katanya.

Ditegaskannya, keberlangsungan perayaan Serak Gulo di Kota Padang mencerminkan kerukunan antarwarga, tak peduli suku, ras, atau agama. Ia berharap perayaan ini terus dilaksanakan setiap tahun untuk memperkuat persatuan.

“Bangga pada perayaan Serak Gulo yang masuk WBTbI. Mari jaga dan lestarikannya,” ujarnya.

BACA JUGA  Pelatihan Basurah Adat Kamatian di Bawah Payuang Dibuka Wako, Hendri Septa Minta jadi Agenda Tahunan

Gubernur juga berharap agar perayaan Serak Gulo tahun 2024 lebih meriah. Ia mengusulkan agar perayaan diperpanjang hingga satu pekan.

Disajikan sebagai festival yang menggabungkan seni khas India serta seni budaya lokal, meningkatkan daya tarik wisatawan.

“Apresiasi untuk semua yang berkontribusi dalam Serak Gulo, potensi menjadi event budaya penting dalam kalender kita,” kata Gubernur yang didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Syaifullah.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Keluarga Muhammadan (PKM) Kota Padang, M. Fauzan, menjelaskan bahwa tradisi Serak Gulo berawal dari Kota Madras, India Selatan, dibawa oleh Sahud Hamid, tokoh penyebar ajaran Islam.

“Fauzan menyampaikan rasa syukur karena dukungan Pemprov Sumbar dan Pemko Padang serta pengakuan Warisan Budaya Takbenda Indonesia dari Kemendikbudristek RI,” ujar Fauzan.(Bdr)

BACA JUGA  Indra Catri Berupaya Gairahkan Kembali Silek di Ranah Minang

Comment