Hukum

Butuh Komitmen Elemen Masyarakat Cegah Kekerasan Seksual pada Anak

216
×

Butuh Komitmen Elemen Masyarakat Cegah Kekerasan Seksual pada Anak

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi bahaya kekerasan seksual terhadap anak di Pasaman yang dilaksanakn Dinas P3AP2KB Sumbar.Ist

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali memberikan sosialisasi bahaya kekerasan seksual terhadap anak. Sosialisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat dalam mengantisipasi kekerasan seksual terhadap anak.

“Kit sangat prihatin dengan informasi yang muncul dan viral di media sosial. Tiba-tiba muncul informasi adanya kekerasan seksual pada anak. Bahkan pelakunya bukan orang lain, tapi orang dekatnya sendiri,”sebut Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinas P3AP2KB Sumbar, Rosmadeli, SKM. M. BIomed, Selasa (14/11/2023).

Dikatakannya, dampak kekerasan seksual tersebut sangat meruntuhkan mental anak. Kemudian dampak psikologis korban kekerasan dan pelecehan seksual akan mengalami trauma yang mendalam. Selain itu, stres yang dialami korban dapat menganggu fungsi dan perkembangan otaknya.

BACA JUGA  KPMPA Minta Keadilan Hukum dan Penghormatan Profesi Advokat

Kedua, dampak fisik. Kekerasan dan pelecehan seksual pada anak merupakan faktor utama penularan Penyakit Menular Seksual (PMS). Selain itu, korban juga berpotensi mengalami luka internal dan pendarahan. Pada kasus yang parah, kerusakan organ internal dapat terjadi.

“Dampak paling parah itu adalah bagaimana psikologi anak hancur, merasa tidak ada yang melindungi. Ini mempengaruhi perkembangan dan kehidupannya ke depan,”ujarnya.

Apalagi, dampak sosial. Korban kekerasan dan pelecehan seksual sering dikucilkan dalam kehidupan sosial, hal yang seharusnya dihindari karena korban pastinya butuh motivasi dan dukungan moral untuk bangkit lagi menjalani kehidupannya.

Untuk itu, gerakan pendidikan moral dan pendidikan seksual yang efektif harus diberikan. Hukuman berat yang menimbulkan efek jera pun harus diterapkan kepada pelaku yang terbukti. Kondisi ini mengharuskan para orangtua lebih waspada.

BACA JUGA  Terbukti Terlibat Pembiaran Narkoba, Izin Usaha Resort dan Cottage Terancam Dicabut

Selain itu, perlu dibangun budaya melapor, sehingga jika ada kasus pelecehan seksual bisa segera melaporkannya kepada pihak berwajib. Apalagi, aturan hukum yang memberikan perlindungan anak sudah cukup kuat, seperti Undang-­Undang No 17/2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No.1/2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, namun regulasi itu belum mampu memberikan efek jera.

Comment