Sumatera Barat

Komit Bersihkan Laut dari Sampah, Gubernur Mahyeldi Terima Penghargaan dari KKP RI

187
×

Komit Bersihkan Laut dari Sampah, Gubernur Mahyeldi Terima Penghargaan dari KKP RI

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar Mahyeldi (dua dari kiri) menerima plakat penghargaan Sakti Wahyu Trenggono saat acara puncak apresiasi Gerakan BCL di Pantai Kenjeran, Surabaya, Jumat (10/11).Ist

PADANG – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menerima penghargaan sebagai Gubernur Penggerak Pengelolaan Sampah Laut dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. Apresiasi itu diberikan karena komitmennya dalam upaya-upaya mengurangi sampah plastik di laut.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Mahyeldi dari Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono saat acara puncak apresiasi Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (BCL) di Pantai Kenjeran, Surabaya, Jumat (10/11).

“Alhamdulillah, komitmen dan keseriusan Pemprov Sumbar, masyarakat, serta sejumlah lembaga dan perusahaan di Sumbar dalam menjaga kebersihan di laut dari sampah-sampah plastik, tak pernah surut. Sebab, dampak negatif sampah laut sangat nyata bagi potensi perikanan serta kehidupan para nelayanan kita. Terlebih, perairan nergara kita termasuk yang banyak sampah plastiknya,” ujar Gubernur Mahyeldi

BACA JUGA  Besok Pemprov Sumbar Gelar Pasar Murah Cabe Merah dengan Harga Rp60 Ribu/Kg

Gubernur berharap, melalui program BCL KKP RI, kepedulian seluruh lapisan masyarakat terhadap pentingnya kebersihan laut terus meningkat dari waktu ke waktu. Gubernur Mahyeldi sendiri telah mengadopsi serta mengembangkan program tersebut di Sumbar, dengan menyiapkan hadiah umrah bagi nelayan Kota Padang, yang berhasil mengumpulkan sampah plastik di laut terbanyak hingga akhir tahun 2023.

“Pelaksanaan program aksi bersih sampah di laut di Sumbar memang kita modifikasi. Kami sudah sampaikan kepada nelayan di Kota Padang, nanti yang paling banyak mengumpulkan sampah pada akhir tahun ini, akan kita berangkatkan umrah ke Tanah Suci,” ucap Gubernur lagi.

“Apa yang dilakukan saudara-saudara kita para nelayan dalam aksi BCL ini, adalah gerakan yang mulia dan patut diapresiasi. Tapi, gerakan ini tidak boleh berhenti di bulan ini saja. Harus lanjut minimal sampai akhir tahun. Bagi nelayan yang berhasil mengumpulkan sampah terbanyak di akhir tahun ini, akan kita berangkatkan umrah ke Tanah Suci,” ucap Gubernur Mahyeldi.

BACA JUGA  RS Madina Bukittinggi dan BPS Bunda Berikan Injeksi Vitamin bagi Relawan PMI di TDB Agam

Ditegaskannya, bahwa kehidupan di darat teramat bergantung kepada laut. Oleh karena itu, Gubernur Mahyeldi menegaskan pentingnya menjaga dan merawat laut secara maksimal, dengan tidak membuang sampah ke laut, termasuk juga ke sungai, danau, dan kawasan perairan lainnya.

Comment