Olahraga

Wagub Sumbar Sebut Tak ada Bonus untuk Atlet Porwil, Bonus Buat PON Nanti 

400
×

Wagub Sumbar Sebut Tak ada Bonus untuk Atlet Porwil, Bonus Buat PON Nanti 

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU-Perjuangan atlet Sumbar di Porwil XI Pekanbaru, bakal tak mendapatkan bonus dari Pemprov Sumbar. Bonus hanya bakal dianggarkan untuk atlet berprestasi pada PON Aceh – Sumut 2024 nanti. Jangan tanya berapa jumlah bonus spontan atau bonus sekeping medali emas pasca Porwil Riau nnati.

Jangan bandingkan dengan Porwil X Bengkulu, di mana bonus spontan sebesar Rp 5 juta langsung diterima oleh atlit menit itu juga. Sedangkan peraih medali emas diganjar Rp 50 juta, perak Rp 35 juta dan perunggu Rp 25 juta. Itu dulu saat Gubernurnya perhatian sama olahraga.
Sekarang, meski atlit bertarung mati-matian demi harga diri daerahnya, jangan berharap banyak kepada sang penguasa. Ucapan Wagub Sumbar tersebut sangat melukai hati atlit.
Dia menegaskan, saat ditanya pers usai melihat pertandingan sepakbola antara tim Sumbar lawan Kepri. Ketika diberi tahu medali pertama diraih atlet atletik nomor lempar lembing apakah ada bonus buatnya. kata wagub Audy tidak ada, kalau PON baru ada,” Bonus untuk Porwil tak ada, sebab anggaran bonus disiapkan untuk PON 2024 mendatang,” kata Audy sambil berjalan di Stadion Utama Riau, Minggu (8/11/2023).
Tidak adanya bonus untuk atlit membuat pelatih renang Yohanes Hendra Nyoman sempat meradang, dia menilai sekarang ini tidak ada perhatian pemerintah terhadap prestasi atlit. Padahal, untuk meraih prestasi tidak gampang.” Banyak yang kita korbankan demi sebuah prestasi, tapi beginilah balasanya,” ujarnya yang sukses membawa perenangnya meraih dua medali emas.
Sebaliknya Yohanes tidak menyalahkan pengurus KONI Sumbar, dia menilai KONI hanya mengerjakan tekhnis saja. Sedangkan persoalan bonus gawenya pemerintah.”Saya mengerti bagaimana keadaan KONI sekarang,” sebutnya.
Sumbar tanpa bonus kali ini jadi buah bibir dikalangan atlit dan pelatih, mereka menuding ketidak becusan pimpinan daerah terhadap olahraga. Ungkapan kekecewaan juga disampaikan pelatih bola tangan Sumbar, Sepri Naldi.”Beginilah olahraga selalu dipolitisasi, kita berharap tahun 2024 ada perubahan. Kalangan olahraga tidak akan memilih pemimpin yang anti olahraga,” ujarnya.
Melihat kondisi atlit Sumbar tersebut membuat Ketua ABTI Riau, Syahrul sangat prihatin. Dia menyebutkan, atlit yang sudah berjuang mestinya diberi reward karena ini yang mereka harapkan pada kejuaraan multi ivent.” Keterlaluan sekali kepala daerahnya yang tidak mau kasih reward pada atlitnya,” sebut Audy. (drd)

BACA JUGA  Sumbar Tekuk Jambi 1-0, Tapi Gagal Masuk Final

Comment